LENSAPEWARTA.COM. OPINI - Era globalisasi yang semakin berkembang membuat pemerintah harus bekerja keras melakukan berbagai inovasi buntuk masyarakatnya dalam menuju kesejahteraan yang merata, terlebih lagi bagi masyarakat kelas menengah kebawah yang memang membutuhkan perubahaan dalam mengapai kesejahteraan.

Pemberlakuan Surat Keterangan Tak Mampu atau yang dikenal dengan sebutan SKTM hingga program program lainnya menjadikan polemik tersendiri bagi masyarakat dan pemerintah, bahkan pemerintah harus bekerja ekstra untuk membenahi  ke kisruhan tersebut yang terjadi di kalangan pendidikan.

Tak hanya itu tentang adanya gambaran pembiayaan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) bagi kebudayaan, namun disini pemerintah harus bersikap adil terlebih lagi masyarakat menyambut baik program pemerintah dengan adanya perhatian bagi kebudayaan, terkait masalah pendidikan,  penulis menagsumsikan fokus pembebasan biaya pendidikan jangan sampai bergeser, justru ini merupakan bagian dari revolusi mental, melalui pendidikan , para pelaku pendidikan juga perlu di doktrin wawasan kebangsaan dan misi pendidikan, jangan sampai mereka para pendidik berintelektual lupa akan tujuan dan hakekat menjadi guru.

Salah satu contoh di salah satu wilayah Jawa Tengah, nilai ujian nasional 2018 justru drop mengalami penurunan, padahal banyak yang sudah bersertifikasi. Ada apa semua ini ..apa tak perlu di evaluasi, penulis beranggapan apakah maindstream guru juga perlu dibenahi, Jangan lupa guru merupakan modal dasar pembangunan, kalau pola piker mereka cenderung mengejar materi serta status social dengan gaya hidup hedonism, maka berat pengaruhnya terhadap pertumbuhan intelektual bangsa , sedang Negara Indonesia kedepan akan banyak mengalami tantangan.

Jika sebagai kader bangsa tidak siap nanti bagaimana?  Kita akan mengalami seleksi alamiah yang luar biasa, Negara Negara besar pun mencoba untuk strugel menghadapi berbagai krisis, dan Indonesia terkenal dengan Gemah Ripah Loh Jinawi alamnya akan selalu jadi obyek sasaran mereka, sehingga pencetakan Sumber Daya Manusia merupakan prinsip yang tidak bisa di tawar lagi, bila perlu Indonesia melakukan wajib militer dengan penerimaan calon TNI atau Polri betul betul perfeck tak ada embel embel  yang cenderung dimanfaatkan oknum oknum tertentu.

Rakyat sangat antunsias terhadap rancangan kementrian pendidikan , rakyat berharap jangan ada penyalahgunaan anggaran biaya pendidikan, karena hal tersebut benar benar amanat rakyat yang cukup mendasar , kami bangga Indonesia maju .(Samsudin Anhar/jurnalis senior Tegal/foto ilustrasi google)



PANTAUTERKINI.CO.ID. BREBES - Orientasi yang diselenggarakan selama tiga hari merupakan Kegiatan Masa Orientasi Santri (MOS) di Yayasan Pondok Pesantren Modern Al-Falah berlangsung khidmat , amatlah penting sebagai media pengenalan kepada santri baru. ribuan peserta hadir mengikuti serangkaian penyelanggaran kegiatan menjadi bukti antunsias siswa.
MOS kali ini mengangkat tema “Meneguhkan jatidiri santri, sebagai garda depan perubahan untuk kemanusiaan dan peradaban”. Secara lebih khusus mengarah pada upaya pendidikan deradikalisasi yang dilakukan oleh pihak pesantren.


 M. Andi Hakim ketua MOS. Pihaknya melibatkan TNI dan POLRI pada kegiatan MOS kali ini. “Melalui penanaman kecintaan terhadap NKRI dan Pemahaman Islam Moderat akan mampu menjadi benteng kokoh menangkal pemahaman fundamentalis-radikalis dikalangan pelajar. Sehingga visi melestarikan warisan para pendiri bangsa ini mampu diwujudkan” Tutur Andi, sabtu (14/7).
Selanjutnya sebagai pemateri Danramil 17/Songgom, Kapten Arm Jupriyadi memberikan motivasi bagi santri baru. Menurutnya, NKRI adalah harga mati. Bahwa saat ini banyak sekelompok orang yang ingin menggerogoti keutuhan negara ini, melalui Brain Washing khususnya kepada pelajar. “Jihad sektoral-personal kini lebih dikampanyekan oleh jihadis ini, yakni amaliyah yang bisa dilakukan kapanpun dan oleh siapapun, dengan senjata apapun. Sehingga kita patut waspada” tegas Jupriyadi.
Hal senada juga di sampaikan Aiptu Cecep Subarkah, Kanit Binmas Polsek Songgom membenarkan gentingnya permasalahan tersebut. Menurutnya, santri haruslah cerdas dan melek informasi, karena gempuran informasi Hoax yang seringkali menyulut konflik atas nama agama.
“Kewaspadaan ini perlu dilakukan, bersama segenap Asatid dan guru, agar santri tidak mudah digiring pada arus opini publik yang cenderung menyesatkan dan berbahaya”
 Sebagai Pengasuh YPPM Al-Falah KH. Nasrudin, SH menjelaskan bahwa krisis tengah dihadapi bangsa ini. Mengingat problematika multidimensional yang melanda akal, perilaku dan karakter pemuda Indonesia.
Santri dengan model pendidikan yang akomodatif terhadap perkembangan segala zaman ini memiliki peran yang sangat signifikan. Santri dan pesantren adalah benteng terakhir pertahanan budaya, kearifan lokal dan pendidikan agama. “Pergaulan Bebas, Narkoba dan yang juga amat berbahaya yakni radikalisme-terorisme. Hal ini menuntut peran serta santri sebagai pembawa pesan Islam yang rahmatan lil alamin dan juga agama moral” Pungkas KH. Nasrudin, SH (Eko/Cahyo/lensapewarta)



Lensapewarta.com.Tegal– Kamis (12/07) Danyonif 407/PK Letkol Inf Enrico Setiyo Nugroho, S.Sos., M. Tr (Han) beranjangsana dan memberikan bantuan berupa beras kepada warga yang kurang mampu di daerah latihan, saat meninjau prajuritnya yang sedang melaksanakan kegiatan Latnistis Tingkat Peleton di wilayah latihan Jatinegara dan Pangkah Kabupaten Tegal,

Danyonif 407/PK menyempatkan diri untuk memberikan bantuan beras kepada 15 warga setempat. Danyonif 407/PK didampingi oleh Pabintal Yonif 407/PK Lettu Inf Toriq Husein beserta dengan prajuritnya berkesempatan menyerahkan beras sejumlah 150 Kg. Bantuan beras ini diperuntukan warga yang tinggalnya disekitaran tempat latihan prajurit Yonif 407/PK.

Kegiatan Padmakusuma Peduli yang sering dilaksanakan oleh Danyonif 407/PK Letkol Inf Enrico Setiyo Nugroho, S.Sos., M. Tr (Han) bersama prajuritnya ini mendapatkan apresiasi serta respon positif dari warga serta tokoh masyarakat yang berada di daerah latihan tersebut. Danyonif 407/PK menyampaiakan,

"Meskipun prajurit Yonif 407/PK masih sibuk dalam melaksanakan latihan, namun itu tidak menjadikan suatu halangan kami untuk dapat berbagi dengan masyarakat. Kami mewakili keluarga besar Yonif 407/PK kami menyempatkan diri untuk dapat berkunjung dan memberikan sedikit bantuan untuk masyarakat di daerah latihan,," pungkas Danyonif 407/PK.(Red**)


Lensapewarta.com.Tegal-  Danyonif 407/PK Letkol Inf Enrico Setiyo Nugroho, S.Sos., M. Tr (Han) di sela giat Latihan menggelar kegiatan bakti sosial pengobatan gratis massal untuk masyarakat di daerah latihan wilayah Jatinegara, Kamis (12/07).

Komandan Seksi Kesehatan Yonif 407/PK, Serma I Putu Sudarsana menjelaskan  kegiatan bakti sosial pengobatan gratis massal bersama-sama dengan anggotanya yang dilaksanakan di sejumlah daerah latihan dimulai dari Desa Kedungwungu Kecamatan  Jatinegara Kabupaten Tegal yang merupakan tempat latihan, paparnya

Selanjutnya untuk wilayah latihan Kompi Senapan A Yonif 407/PK, ada 72 warga yang mendaftar sebagai pasien untuk berobat dengan keluhan kesehatan seperti gatal-gatal, Ispa, batuk pilek, nyeri sendi dan hipertensi.

Sedangkan untuk wilayah latihan Kompi Senapan C Yonif 407/PK di Desa Padasari Kec. Jatinegara, ada  96 warga terdaftar sebagai pasien untuk berobat dengan beberapa keluhan seperti asam urat, hipertensi dan batuk pilek.


Desa Dermasuci Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal yang merupakan daerah latihan untuk Kompi Senapan B Yonif 407/PK. Bertempat di kantor Balai Desa, tim medis Yonif 407/PK memberikan pelayanan kesehatan kepada 43 warga setempat. Secara keseluruhan antusiasme masyarakat sangat terlihat ketika mengikuti kegiatan penggobatan gratis ini. Mereka mengaku sangat senang dengan adanya pengobatan massal ini, karna selain mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis juga tempatnya tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Kepala Desa Padasari Ruslani, S.Pd.I berharap, "Semoga kegiatan seperti ini terus diadakan karna manfaatnya langsung dapat dirasakan ng mempunyai keluhan kesehatan. Warga yang mayoritasnya adalah petani dan sudah lanjut usia ini tidak sempat berobat di klinik maupun Puskesmas karna lokasi cukup jauh, maka kami berharap dengan adanya kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk warga yang membutuhkan pengobatan," ungkap Danyonif 407/PK. (Red**)



Lensapewarta.com.Tegal -  Usai melaksanakan Gladi Peta, Model dan Medan (GPMM) serta Latihan Peta, Model dan Medan (LPMM) Tingkat Peleton, Danyonif 407/PK Letkol Inf Enrico Setiyo Nugroho, S.Sos., M. Tr (Han) resmi menggelar kegiatan Latnistis Tingkat Peleton, Rabu (11/07), di wilayah Jatinegara dan Pangkah Kabupaten Tegal selama empat hari, sejak  tanggal 11 sampai dengan tanggal 14 Juli. Kegiatan Latnistis Tingkat Peleton diikuti Kompi Senapan A, Kompi Senapan B dan Kompi Senapan C Yonif 407/PK.

Danyonif 407/PK menerangkan  "Latnistis Tingkat Peleton tidak lain bertujuan untuk melatihkan kemampuan taktik dan tehnik dalam hubungan peleton, kedepan diharapkan untuk prajurit siap dalam melaksanakan latihan Uji Siap Tempur Tingkat Peleton sehingga mampu melaksanakan latihan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut," terangnya

Secara keseluruhan kegiatan latihan Latnistis Tingkat Peleton diikuti oleh sembilan peleton. Adapun materi yang akan dihadapi adalah Wandang Ran, Wandang Jalan Kaki, Patroli Keamanan, Purpa, Patroli Pemnyergapan, Patroli Penghadangan dan Gapmukim. Dalam setiap materi akan didampingi oleh penilai, dan pengawas serta pelatih sebagai pendukung kegiatan.

Selanjutnya Danyonif 407 /Padmakusuma menyampaikan "Bahwa kegiatan ini merupakan proses rangkaian kegiatan yang dimulai dari latihan-latihan sebelumnya, baik latihan tingkat perorangan maupun satuan sesuai siklus latihan. Penyelenggaraan Latnistis Ton dilaksanakan untuk meningkatkan hasil yang telah dicapai dalam latihan sebelumnya, sekaligus mengukur tingkat kesiapan tempur peleton," pungkas Danyonif 407/PK.(red**)

Diberdayakan oleh Blogger.