Lensapewarta.com, Brebes, Danramil 09/Tonjong Kapten Inf Suwardi menghadiri kegiatan pembinaan perencanaan pembangunan desa dan penyusunan RKPDESA tahun 2019 dan Penyerahan insentif kepada RT dan RW se Kecamatan Tonjong yang bertempat di Aula Kantor Kecamatan Tonjong Kab. Brebes. Sabtu (26/5/18).
 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Brebes ibu Hj. Idza Priyanti, SE, MH, Kepala Dinpermades Kab. Brebes Rofiq Qoidul Adzam, SH, Forkopimca Tonjong diantaranya Camat Tonjong Sumarno, SPd, Msi, Danramil 09/Tonjong Kapten Inf Suwardi, Kapolsek Tonjong Kompol Sukoyo, SH, Kepala Desa Se Kecamatan Tonjong, LPM dan BPD se Kecamatan Tonjong, Ketua RT dan RW se Kecamatan Tonjong.


Sumarno SPd Msi, Camat Tonjong menyampaikan Bahwa bapak dan ibu selaku Ketua RT dan RW dikumpulkan yang dimaksud untuk bersilaturahmi dan mendapatkan penyerahan insentif kepada RT dan RW se Kec.Tonjong. Semoga dengan adanya penyerahan insentif kepada RT dan RW dapat meningkatkan pelayanan dilingkungan RT dan RW dan dapat melayani masyarakat dengan baik. Dengan Kepada ketua RT dan RW untuk meningkatkan sistem keamanan dilingkungan sekitar jika ada orang asing atau orang mencurigakan atau tidak dikenal agar segera melaporkan ke kantor kepala Desa dan pihak kepolisian. Rt dan Rw adalah pemerintahan yang paling bawah yang tahu persis kondisi nyata masyarakat di lingkungan Rt/Rw untuk pembangunan desa.


Rofiq Qoidul Adzam SH, Kepala Dinpermades Kab. Brebes mengatakan Saya mengucapkan terimakasih kepada RT dan RW atas pelayanan kepada warga masyarakat. RT dan RW adalah sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat. Dana desa tahap 2 masih ada 5 Kecamatan di Kab. Brebes yang belum selesai, kalau sudah selesai semua, dana desa baru bisa di cairkan.


Pada kesempatannya Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH menyampaikan Terimaksih kepada bapak dan ibu yang telah hadir dalam kegiatan ini semoga dengan adanya pertemuan ini kita dapat bersilaturahmi dengan menjaling persaudaraan. Di bulan Ramadhan 1439 H ini saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa semoga ibadah kita selama ini dapat diterima oleh Allah SWT.


“Kegiatan ini adalah Pembinaan Perencanaan Pembangunan Desa dan Penyusunan RKPDESA Th.2019 dan Penyerahan insentif kepada RT dan RW semoga dengan adanya pemberian santunan ini dapat bermanfaat bagi ketua RT dan RW dalam pelayanan masyarakat,”kata Bupati.

“Kepada kepala Desa dalam penggunanan dana desa agar digunakan sesuai apa yang harus dipergunakan di Desa, jangan sampai ada penyalahgunaan dalam penggunaan Dana Desa,”pesan Bupati.


Dana desa untuk kesejahteraan masyarakat desa melalui program padat karya tunai,agar masyarakat desa di libatkan dalam pembangunan desa dgn upah Rp. 60.000,00 lebih/per hari. “Gerakan kembali sekolah, mohon untuk ketua RT/RW datanya di sampaikan kepada Kades untuk kita dorong agar pendidikan di Kab. Brebes lebih baik,”ungkapnya


Dengan adanya kejadian bom kemarin yang menimpa saudara-saudara kita mari kita dan RT RW tingkatkan kewaspadaan terhadap orang asing atau tidak dikenal di lingkungan sekitar dan saya tegaskan agar pos ronda dapat diaktifkan kembali.  “Mari kita tangkal radikalisme dan terorisme dengan mengaktifkan kembali siskamling dan ketua Rt/ Rw peduli apabila ada tamu yang mencurigakan supaya lapor kepada Kades untuk di laporkan ke polsek dan koramil,”pungkasnya. (Pendim0713/Brebes).




Lensapewarta.com,Brebes, Danramil 07/Bulakamba Kapten Inf Supardi menghadiri buka bersama yang di selenggarakan oleh PT. Gudang Garam yang bertempat di Desa Karang Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes, Jumat (25/5/18). Selain Muspika Bulakamba, Kepala desa, bulakamba, grinting. Karang sari, kluwut, Karyawan gudang garam, juga Anak yatim piatu kurang lebih 30 orang.


Diakhir acara Danramil 07/Bulakamba Kapten Inf Supardi mengatakan sebagai aparat teritorial bisa menjadi contoh dengan mendekatkan diri bersama masyarakat, sehingga masyarakat bisa mengenal baik peran TNI.


“Kami bersama unsur Muspika dan masyarakat untuk menjaga, menciptakan keamanan ketertiban dan kenyamanan diwilayahnya,” pesannya. (Pendim0713/Brebes).


LENSAPEWARTA.COM, TEGAL  – Forkopimda bersama Dinas Kesehatan Kota Tegal melaksanakan inspeksi mendadak pada pasar dan pusat perbelanjaan khususnya pada makanan dalam kemasan, Rabu (23/05)

Pelaksanaan sidak ini dalam rangka menjaga stabilitas harga yang biasa pada saat bulan ramadhan maupun mendekati hari raya Idul Fitri harga akan melambung tinggi, sehingga kami unsur Forkopimda melaksanakan sidak agar nantinya tidak ada oknum yang mencoba untuk mengelola makan maupun minuman kemasan yang kadaluarsa untuk dijual kembali,” ungkap Pjs Walikota Tegal Drs Achmad Rofai M.Si

Selain kedapatan menjual makanan dan minuman yang kadaluarsa maupun tidak layak, kami juga memberikan himbauan kepada pihak yang bertanggung jawab untuk lebih selektif sehingga masyarakat terjamin akan bahan yang dibelinya,” pungkasnya

Kapolres Tegal Kota AKBP Jon Wesly Arianto, SIK melalui Kasat Reskrim AKP Agustinus David P, S.Sos mengatakan kami dari kepolisian akan terus memantau peredaran bahan makanan dan minuman yang tidak layak dijual untuk ditarik dan segera dimusnahkan agar masyarakat tidak merasa resah terkait kelayakan bahan makanan

“Kami juga memberikan himbauan kepada masyarakat, ketika saat membeli bahan makanan maupun minuman melihat terlebih dahulu waktu kadaluarsanya. Jika kedapat makanan maupun minuman yang kadaluarsa maupun tidak layak jual maka langsung laporkan saja, sehingga dapat ditindak lanjuti,” Pungkasnya (UTG/sa)




Lensapewarta.com, Slawi – Menyikapi tindakan terorisme yang dapat menimbulkan konflik perpecahan umat, menganggu stabilitas keamanan dan ketertiban. Pemkab Tegal menggelar acara Deklarasi Penyataan Sikap Bersama Menolak Terorisme, di Pendopo Amangkurat, Kamis (24/5).

Acara yang dihadiri oleh perwakilan Forkompinda, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tegal, Kepala OPD, perwakilan Perangkat Desa serta Camat Kabupaten Tegal, bertemakan “Menjalin Persatuan Dan Kesatuan Dalam Kebhinekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia Yang Aman dan Aman”.

Turut hadir dalam acara tersebut Asisten Administrasi Pemerintahan Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Nurlaeli, Kapolres Tegal Dwi Agus Prianto,  Kasdim 0712 Tegal Sugihartono.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tegal Badrodin mengajak seluruh komponen bangsa khususnya warga Kabupaten Tegal untuk menjaga kerukunan, ketentraman, ketertiban, kedamaian dan keharmonisan.

“Kita jalin tali silahturahmi antar umat agama di Kabupaten Tegal yang berduduk bersanding bersama dalam acara ini,” paparnya.

Dalam sambutannya, Laeli menyampaikan rentetan aksi teror yang menghantam sendi-sendi kehidupan berbangsa yang sudah tak terhitung jumlahnya, terakhir tragedi di Jawa Timur dan Riau.

“Radikalisme ada di setiap zaman dan sesungguhnya radikalisme tidak lahir dari paham keagamaan murni. Faktor kemiskinan, tirani ekonomi, dan negara yang tidak demokratis pun dapat memicu tumbuhkembangnya paham radikalisme,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Laeli menghimbau lawan setiap postingan media sosial yang bernada provokatif, yang membuat perpecahan diantara umat beragama, sekalipun itu dibalut atas nama akidah. “Karena sesungguhnya tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan dan pembunuhan,” imbuhnya.

Agus mengapresisasi dengan diselenggarakannya deklarasi ini, karena pada bulan Mei penyebaran isu tentang terorisme dan radikalisme cukup mengguncangkan negara Indonesia. Untuk melawan aksi terorisme serta radikalisasi kita tidak perlu takut. Tak lupa Agus menghimbau kepada masyarakat supaya tidak terpengaruh. Upaya mencegah aksi terorisme ini Agus menciptakan langkah-langkah seperti penjagaan ketat dan pengawasan di tempat yang memicu terorisme di Kabupaten Tegal.

“Kita rawat kebhinekaan itu, diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga para oknum tidak mudah menebar isu yang bisa memecah belah Indonesia,” ujarnya.

Penolakan terorisme tentunya tidak hanya berhenti dalam deklarasi ini , tapi harus diikuti dengan program kerja dan aksi nyata yang terus berkelanjutan.

Acara diakhiri dengan pembacaan Deklarasi FKUB dalam menyikapi aksi terorisme di Indonesia yang dipimpin Sekretaris FKUB Maryono dan diikuti oleh seluruh peserta (sbm:hms/Roj)



LENSAPEWARTA.COM, JAKARTA - Suku Dinas Sosial Jakarta Timur menggelar giat penertiban gabungan dengan Satuan Polisi Pamong Praja dan Garnisun dalam rangka bulan Ramadan. Dalam penertiban itu, petugas berhasil melakukan penjangkauan terhadap 7 Pekerja Seks Komersial (PSK) dia kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Suku Dinas Sosial Jakarta Timur, Haryanto menyampaikan, penertiban itu dilakukan secara serentak di tiga kecamatan. Kecamatan Duren Sawit, Makasar, dan Cakung.

"Awal mula kami apel dulu di Walikota Jakarta Timur. Akan tetapi dibagi menjadi 3 wilayah. Kami beroperasi secara serentak karena wilayah timur cukup luas, jadi agar infonya tidak bocor dilakukan serentak di 3 wilayah itu," ujar Haryanto saat dihubungi pada Sabtu (26/5).

Di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, kata Haryanto, penertiban dipimping langsung oleh Camat Cakung. Petugas P3S bersama Camat Cakung dan Satpol PP Cakung beserta Garnisun TNI berhasil menyita beberapa minuman keras oplosan di sekitar emperan warung pinggir jalan di kawasan Cakung Barat.

"Di kawasan Pulo Jahe, kami menyita beberapa miras oplosan di sekitar emperan warung pinggir jalan. Lalu kami memberikan sosialisasi kepada penjual tersebut untuk tidak menjual kembali miras demi kenyamanan warga sekitar," kata Haryanto.

Sedangkan di kawasan Industri Pulo Gadung, lanjutnya, petugas mendapatkan 7 PSK yang sedang beraksi di kawasan tersebut. Informasi adanya PSK di daerah itu berdasarkan pengaduan warga karena sudah meresahkan.

"Seluruh Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) jalanan yang kami jangkau itu, telah kami bawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2, Cipayung, Jakarta Timur. Di sana mereka akan mendapatkan pelayanan dan pembinaan lebih lanjut agar tidak kembali ke jalanan," ungkap Haryanto.(Mf/CN)
Diberdayakan oleh Blogger.