PANTAUTERKINI.CO.ID. BREBES - Orientasi yang diselenggarakan selama tiga hari merupakan Kegiatan Masa Orientasi Santri (MOS) di Yayasan Pondok Pesantren Modern Al-Falah berlangsung khidmat , amatlah penting sebagai media pengenalan kepada santri baru. ribuan peserta hadir mengikuti serangkaian penyelanggaran kegiatan menjadi bukti antunsias siswa.
MOS kali ini mengangkat tema “Meneguhkan jatidiri santri, sebagai garda depan perubahan untuk kemanusiaan dan peradaban”. Secara lebih khusus mengarah pada upaya pendidikan deradikalisasi yang dilakukan oleh pihak pesantren.


 M. Andi Hakim ketua MOS. Pihaknya melibatkan TNI dan POLRI pada kegiatan MOS kali ini. “Melalui penanaman kecintaan terhadap NKRI dan Pemahaman Islam Moderat akan mampu menjadi benteng kokoh menangkal pemahaman fundamentalis-radikalis dikalangan pelajar. Sehingga visi melestarikan warisan para pendiri bangsa ini mampu diwujudkan” Tutur Andi, sabtu (14/7).
Selanjutnya sebagai pemateri Danramil 17/Songgom, Kapten Arm Jupriyadi memberikan motivasi bagi santri baru. Menurutnya, NKRI adalah harga mati. Bahwa saat ini banyak sekelompok orang yang ingin menggerogoti keutuhan negara ini, melalui Brain Washing khususnya kepada pelajar. “Jihad sektoral-personal kini lebih dikampanyekan oleh jihadis ini, yakni amaliyah yang bisa dilakukan kapanpun dan oleh siapapun, dengan senjata apapun. Sehingga kita patut waspada” tegas Jupriyadi.
Hal senada juga di sampaikan Aiptu Cecep Subarkah, Kanit Binmas Polsek Songgom membenarkan gentingnya permasalahan tersebut. Menurutnya, santri haruslah cerdas dan melek informasi, karena gempuran informasi Hoax yang seringkali menyulut konflik atas nama agama.
“Kewaspadaan ini perlu dilakukan, bersama segenap Asatid dan guru, agar santri tidak mudah digiring pada arus opini publik yang cenderung menyesatkan dan berbahaya”
 Sebagai Pengasuh YPPM Al-Falah KH. Nasrudin, SH menjelaskan bahwa krisis tengah dihadapi bangsa ini. Mengingat problematika multidimensional yang melanda akal, perilaku dan karakter pemuda Indonesia.
Santri dengan model pendidikan yang akomodatif terhadap perkembangan segala zaman ini memiliki peran yang sangat signifikan. Santri dan pesantren adalah benteng terakhir pertahanan budaya, kearifan lokal dan pendidikan agama. “Pergaulan Bebas, Narkoba dan yang juga amat berbahaya yakni radikalisme-terorisme. Hal ini menuntut peran serta santri sebagai pembawa pesan Islam yang rahmatan lil alamin dan juga agama moral” Pungkas KH. Nasrudin, SH (Eko/Cahyo/lensapewarta)



Lensapewarta.com.Tegal– Kamis (12/07) Danyonif 407/PK Letkol Inf Enrico Setiyo Nugroho, S.Sos., M. Tr (Han) beranjangsana dan memberikan bantuan berupa beras kepada warga yang kurang mampu di daerah latihan, saat meninjau prajuritnya yang sedang melaksanakan kegiatan Latnistis Tingkat Peleton di wilayah latihan Jatinegara dan Pangkah Kabupaten Tegal,

Danyonif 407/PK menyempatkan diri untuk memberikan bantuan beras kepada 15 warga setempat. Danyonif 407/PK didampingi oleh Pabintal Yonif 407/PK Lettu Inf Toriq Husein beserta dengan prajuritnya berkesempatan menyerahkan beras sejumlah 150 Kg. Bantuan beras ini diperuntukan warga yang tinggalnya disekitaran tempat latihan prajurit Yonif 407/PK.

Kegiatan Padmakusuma Peduli yang sering dilaksanakan oleh Danyonif 407/PK Letkol Inf Enrico Setiyo Nugroho, S.Sos., M. Tr (Han) bersama prajuritnya ini mendapatkan apresiasi serta respon positif dari warga serta tokoh masyarakat yang berada di daerah latihan tersebut. Danyonif 407/PK menyampaiakan,

"Meskipun prajurit Yonif 407/PK masih sibuk dalam melaksanakan latihan, namun itu tidak menjadikan suatu halangan kami untuk dapat berbagi dengan masyarakat. Kami mewakili keluarga besar Yonif 407/PK kami menyempatkan diri untuk dapat berkunjung dan memberikan sedikit bantuan untuk masyarakat di daerah latihan,," pungkas Danyonif 407/PK.(Red**)


Lensapewarta.com.Tegal-  Danyonif 407/PK Letkol Inf Enrico Setiyo Nugroho, S.Sos., M. Tr (Han) di sela giat Latihan menggelar kegiatan bakti sosial pengobatan gratis massal untuk masyarakat di daerah latihan wilayah Jatinegara, Kamis (12/07).

Komandan Seksi Kesehatan Yonif 407/PK, Serma I Putu Sudarsana menjelaskan  kegiatan bakti sosial pengobatan gratis massal bersama-sama dengan anggotanya yang dilaksanakan di sejumlah daerah latihan dimulai dari Desa Kedungwungu Kecamatan  Jatinegara Kabupaten Tegal yang merupakan tempat latihan, paparnya

Selanjutnya untuk wilayah latihan Kompi Senapan A Yonif 407/PK, ada 72 warga yang mendaftar sebagai pasien untuk berobat dengan keluhan kesehatan seperti gatal-gatal, Ispa, batuk pilek, nyeri sendi dan hipertensi.

Sedangkan untuk wilayah latihan Kompi Senapan C Yonif 407/PK di Desa Padasari Kec. Jatinegara, ada  96 warga terdaftar sebagai pasien untuk berobat dengan beberapa keluhan seperti asam urat, hipertensi dan batuk pilek.


Desa Dermasuci Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal yang merupakan daerah latihan untuk Kompi Senapan B Yonif 407/PK. Bertempat di kantor Balai Desa, tim medis Yonif 407/PK memberikan pelayanan kesehatan kepada 43 warga setempat. Secara keseluruhan antusiasme masyarakat sangat terlihat ketika mengikuti kegiatan penggobatan gratis ini. Mereka mengaku sangat senang dengan adanya pengobatan massal ini, karna selain mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis juga tempatnya tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Kepala Desa Padasari Ruslani, S.Pd.I berharap, "Semoga kegiatan seperti ini terus diadakan karna manfaatnya langsung dapat dirasakan ng mempunyai keluhan kesehatan. Warga yang mayoritasnya adalah petani dan sudah lanjut usia ini tidak sempat berobat di klinik maupun Puskesmas karna lokasi cukup jauh, maka kami berharap dengan adanya kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk warga yang membutuhkan pengobatan," ungkap Danyonif 407/PK. (Red**)



Lensapewarta.com.Tegal -  Usai melaksanakan Gladi Peta, Model dan Medan (GPMM) serta Latihan Peta, Model dan Medan (LPMM) Tingkat Peleton, Danyonif 407/PK Letkol Inf Enrico Setiyo Nugroho, S.Sos., M. Tr (Han) resmi menggelar kegiatan Latnistis Tingkat Peleton, Rabu (11/07), di wilayah Jatinegara dan Pangkah Kabupaten Tegal selama empat hari, sejak  tanggal 11 sampai dengan tanggal 14 Juli. Kegiatan Latnistis Tingkat Peleton diikuti Kompi Senapan A, Kompi Senapan B dan Kompi Senapan C Yonif 407/PK.

Danyonif 407/PK menerangkan  "Latnistis Tingkat Peleton tidak lain bertujuan untuk melatihkan kemampuan taktik dan tehnik dalam hubungan peleton, kedepan diharapkan untuk prajurit siap dalam melaksanakan latihan Uji Siap Tempur Tingkat Peleton sehingga mampu melaksanakan latihan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut," terangnya

Secara keseluruhan kegiatan latihan Latnistis Tingkat Peleton diikuti oleh sembilan peleton. Adapun materi yang akan dihadapi adalah Wandang Ran, Wandang Jalan Kaki, Patroli Keamanan, Purpa, Patroli Pemnyergapan, Patroli Penghadangan dan Gapmukim. Dalam setiap materi akan didampingi oleh penilai, dan pengawas serta pelatih sebagai pendukung kegiatan.

Selanjutnya Danyonif 407 /Padmakusuma menyampaikan "Bahwa kegiatan ini merupakan proses rangkaian kegiatan yang dimulai dari latihan-latihan sebelumnya, baik latihan tingkat perorangan maupun satuan sesuai siklus latihan. Penyelenggaraan Latnistis Ton dilaksanakan untuk meningkatkan hasil yang telah dicapai dalam latihan sebelumnya, sekaligus mengukur tingkat kesiapan tempur peleton," pungkas Danyonif 407/PK.(red**)


LENSAPEWARTA.COM, TEGAL - Dalam rangka Padmakusuma Peduli, Danyonif 407/PK didampingi oleh Ketua Persit KCK Ranting 4 Yonif 407 beserta pengurus, Wadan Yonif 407/PK dan Perwira Staf bersama prajuritnya menyambangi warga Desa Pagedangan kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal guna memberikan bantuan berupa beras kepada warga yang berada disekitar asrama militer Yonif 407/PK Ujungrusi Adiwerna Kabupaten Tegal, Jumat (06/07).

Bukan tanpa alasan, anjangsana kali ini ditujukan kepada warga yang sudah lanjut usia dan kurang mampu, bahkan ada warga yang tinggal sebatang kara dan dirawat oleh tetangga terdekat disekitarnya. Keprihatinan Danyonif 407/PK pun tumbuh setelah melihat secara langsung warga tersebut,

Suwakni salah satu warga yang menerima bantuan beras ini menyampaikan, "Kami mengucapkan terima kasih yang mendalam atas kedatangan bapak Danyonif 407/PK beserta rombongan. Ini merupakan wujud kepedulian yang sangat bermanfaat bagi kami dan semoga mendapat berkah untuk semuanya, tutur Suwakni.

Kegiatan yang digagas oleh Danyonif 407/PK Letkol Inf Enrico Setiyo Nugroho, S.Sos., M. Tr (Han) ini mendapat respon positif dari warga, tokoh masyarakat dan tokoh agama serta perangkat desa di sekitar asrama militer Yonif 407/PK.

"Sebagai anggota di satuan tempur Yonif 407/PK, kami dituntut untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai prajurit yang profesional dalam menjaga kedaulatan NKRI. Namun bukan hanya itu, karna kami hidup ditengah-tengah masyarakat maka kami sebagai Prajurit Padmakusuma harus peduli terhadap lingkungan disekitarnya, yang tidak lain adalah daerah binaan satuan Yonif 407/PK," ungkap Danyonif 407/PK.

"Kami berharap untuk tidak dilihat dari seberapa besar bantuan ini, namun diharapkan kegiatan ini mendapatkan makna dan manfaat serta kegunaan dalam meringankan beban masyarakat, khususnya warga di daerah binaan satuan Yonif 407/PK," pungkasnya.(CN/Lensapewarta/Yonif407/PK)


Diberdayakan oleh Blogger.