LENSAPEWARTA.COM,TEGAL - Siapa yang tidak kenal dengan wanita yang satu ini, tepat di hari kartini (21/04) dirinya unjuk kebolehan menyapa masyarakat Tegal.

Alinka Hardiyanti kelahiran 21 Juni 1992. yang juga putri seorang pembalap Didi Hardiyanto langsung hadir mengikuti laga Kejuaraan Nasional Gymkhana Slalom Seri ke 2 disirkuit Kota, Alun Alun Kota Tegal sabtu (21/04).

Alinka sosok pembalap muda Indonesiayang memiliki bakat dan potensi, ternyata sudah banyak mengantongi prestasi yang boleh di banggakan masyarakat Indonesia, bakat yang muncul karena keluarganya pembalap, maka tak heran jika Alinka sejak usia 14 thn sudah berlaga di berbagai sirkuit.

Olahraga Drifting oleh sebagian orang dianggap hanya nampak melakukan putaran putaran alias muter muter menghabiskan ban. Namun ternyata tak sekedar memutar saja, pasalnya dalam aksi ini, pengendara yang melakukan membutuhkan, pengetahuan,keselamatan, tekhnis, dan kemampuan yang baik..bukan asal jalan dan memutar bagai atraksi.

" pemerintah kota Tegal dengan mengandeng pihak IMI merupakan yang pertama kalinya di adakan dikota Tegal, bahkan pemerintah berharap kelak jika even saat ini berjalan lancar tidak menutup kemungkinan akan dilakukan tingkat Asia" papar G.Herviyanto kepala dishub kota Tegal(CN)



Lensapewarta.com, Nasional - Momentum Hari Kartini dimanfaatkan warga binaan sosial di Panti Sosial Perlindungan Bhakti Kasih dengan lomba. Panti yang terdiri dari wanita korban tindak kekerasan yang telantar di DKI Jakarta memanfaatkan momentum itu untuk mengingat semangat juang kaum wanita.

"Lomba itu hanya peringatan saja. Tapi yang terpenting bagi warga binaan di panti adalah momentum ini menjadi pengingat agar mereka bersama-sama bisa mengikuti jejak perjuangan Kartini," terang Haryanto Kepala Panti Sosial Perlindungan Bhakti Kasih saat dihubungi pada Sabtu (21/4).

Karena menurut Haryanto, meski warga binaan di panti ini merupakan korban tindak kekerasan, tapi semangat juang Kartini tidak boleh pudar. Mereka harus mampu bangkit dan berjuang untuk kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya.

Pihaknya bersyukur belakangan ini perempuan dan anak telah banyak mendapatkan tempat untuk berlindung dari segala bentuk atau target yang rentan mengalami kekerasan berbasis gender.

"Penanganan dan pencegahan konflik kekerasan menjadi prioritas pemerintah saat ini, tidak lain dasar perjuangan seorang pejuang wanitalah R.A Kartini yang memiliki andil yang cukup besar," ujar Haryanto.

Sementara itu, lomba yang digelar oleh panti diikuti oleh seluruh warga binaan panti. Mulai dari lomba senam, lomba tata boga, lomba hasta karya, lomba kebersihan kamar, lomba mewarnai khusus bagi anak, lomba fashion show, lomba mengaji, Kasidahan, salat, hingga cerdas cermat ilmu agama.

"Mereka merasa cukup senang bahkan ada yang terharu ketika mendapatkan kesempatan untuk dieksplorisasi potensi-potensi mereka yang sempat tidak dikembangkan selama konflik mereka terjadi," kata Haryanto.(Mf)



Lensapewarta.com, Jakarta - Anak-anak disabilitas grahita binaan panti Dinas Sosial DKI Jakarta belajar mengenali lingkungan di Taman Buah Mekarsari, Bogor, Jawa Barat. Pengenalan lingkungan itu bagian dari terapi motorik anak-anak disabilitas grahita atau keterbelakangan mental.

"Anak-anak melakukan beberapa permainan dan melihat suasana alam yang hijau serta bisa bermain sepeda santai di alam terbuka," ungkap Ngapuli Parangin-angin, Kepala Panti Sosial Bina Grahita Belaian Kasih saat dihubungi pada Jumat (20/4).

Ia melanjutkan, bagi anak-anak disabilitas grahita ini belajar mengenal lingkungan di luar panti seperti di Taman Buah Mekarsari Bogor ini merupakan momen yang sangat menyenangkan. Mereka bisa menikmati suasana baru selain suasana di panti.

"Di sana juga ada pengenalan berbagai jenis buah-buahan. Mereka kami coba diperkenalkan nama-nama buah dan tumbuhan yang mereka temui. Mudah-mudahan ini jadi pengetahuan baru buat mereka," ujar Ngapuli.

Selain itu, ketika berada di luar panti, anak-anak dipertemukan dengan pengunjung lainnya. Ini melatih mereka bersosialisasi agar mereka terbiasa dengan dengan adanya orang baru, tidak melulu bertemu dengan petugas panti.

"Anak-anak kelihatannya sangat senang ya. bahagia dan gembira. Serta tidak merasa bosan dan capek selama berada di Taman Buah Mekarsari," kata Ngapuli.

Namun yang terpenting menurutnya, anak-anak bisa kembali bersemangat setelah keluar panti. Karena selama ini rutinitas mereka hanya di panti. Mulai bangun tidur hingga tidur lagi. Untuk itu pengenalan lingkungan di luar panti perlu dilakukan agar mereka kembali bersemangat dan tidak jenuh berada di panti.(Mf)



LENSAPEWARTA.COM, JAKARTA - Taruna Siaga Bencana (Tagana) memperingati Hari Ulang Tahun yang ke-14 di Gedung Konvensi Taman Makan Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan pada Kamis (19/4). Hari Ulang Tahun tersebut ditandai dengan santunan anak yatim, pemberian alat bantu dengar, kacamata, kursi roda, hingga kaki palsu terhadap warga kurang mampu.

"Pada ulang tahun Tagana kali ini, kami memberikan santunan berupa uang tunai kepada anak yatim, seragam sekolah, tas sekolah, dan makanan kecil. Ini semua atas kerjasama Kementerian Sosial, Dinas Sosial DKI Jakarta hingga unsur dunia usaha," ungkap Kristina.


Pihaknya juga mengundang mitra Tagana yang berada di Kampung Siaga Bencana (KSB). Saat ini telah berdiri KSB di 80 titik di DKI Jakarta. Dengan adanya KSB, Tagana bahu-membahu dapat menolong dengan cepat orang-orang yang terkena musibah.

Mewakili Gubernur DKI Jakarta, Subejo, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Provinsi DKI Jakarta menyampaikan, kiprah Tagana selama ini telah mampu menolong warga yang terkena dampak bencana di DKI Jakarta.

"Kami akrab dengan Tagana, sama-sama menolong orang yang terkena musibah. Kita berada di rumpun yang sama. Saya salut dengan kiprah Tagana. Karena dalam mengatasi bencana kami terbantu dengan adanya Tagana," kata Subejo

Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Kementerian Sosial RI, Margowiyono menyampaikan, perlu dibangun sinergi dan kolaborasi dengan stakeholder lainnya dalam mengatasi bencana. Sehingga ketika terjadi bencana tidak ada korban yang tidak teratasi.

"Tagana harus berkolaborasi dengan stakeholder manapun. Damkar, BPBD, dan sebagainya. Bagaimana melakukan simulasi penanganan bencana itu lebih baik. Karena Tagana dituntut untuk siap siaga," ungkap Margowiyono.

Ia mengapresiasi HUT Tagana kali ini karena tetap memperhatikan lingkungan. Yaitu dengan memberikan santunan lansia, disabilitas, hingga anak yatim.(Mf)



Lensapewarta.com, Banyumas - Korem 071/Wk bekerjasama dengan ASA (Alumni SMA Negeri 1 Purwokerto) yang tergabung dalam Asa Sedesa membedah rumah milik Mukti warga Rt.3 Rw.8 Kelurahan Karangklesem Purwokerto Selatan Banyumas, Rabu (18/4/2018).

Selain merehab rumah Mukti, Asa Sedesa bersama Korem 071/Wk juga merenovasi SDIT Az-Zahra yang juga berada di Kelurahan Karangklesem Purwokerto Selatan Banyumas.

Farani Asih Prabayanti anggota Asa Sedesa SMAN 1 Purwokerto mengatakan, bedah rumah tersebut merupakan satu program kerja bakti sosial yang dilaksanakan Asa Sedesa pada tahun ini.

"Kita berharap dengan kegiatan ini, dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat khususnya masyarakat Banyumas dakam keluarga pra sejahtera", ungkapnya.

"Kegiatan ini juga sebagai bentuk kepedulian Asa Sedesa kepada masyarakat yang membutuhkan uluran tangan kita. Kami juga mengajak masyarakat untuk selalu peduli terhadap lingkungannya khususnya pada masyarakat yang membutuhkan", terangnya.

Selanjutnya ,Asa Sedesa juga berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Dinas Sosial untuk memetakan wilayah-wilayah yang masyarakatnya membutuhkan bantuan.

"Asa Sedesa berharap, dengan program ini dapat membantu memperbaiki kehidupan masyarakat Banyumas. Semoga ada perubahan yang bisa dirasakan oleh penerima bantuan ini dan semoga bermanfaat", ujarnya.

Pasi Bhakti TNI Siterrem 071/Wk melalui Bati Bhakti TNI Siterrem 071/Wk Serja Artono mengatakan, apa yang dilaksanakan ini oleh Asa Sedesa adalah bentuk Sinergis dengan yang sudah dikakukan dikegiatan TMMD. Ia pun berharap, kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan untuk membantu kesulitan masyarakat sekelilingnya.

"Kami akan selalu bersinergi dengan masyarakat yang peduli terhadap kesulitan masyarakatnya. Di TNI juga ada program perbaikan rumah RTLH dan sejuta jamban", terangnya. (Didi/Korem071/wk)
Diberdayakan oleh Blogger.