PortalPantura.com, Bumiayu – Pemekaran Kabupaten Brebes yang dicita-citakan masyarakat Kabupaten Brebes wilayah selatan bukan hanya akan menguntungkan masyarakat yang tinggal di wilayah selatan saja tetapi juga masyarakat Kabupaten Brebes secara keseluruhan.

Demikan dikatakan salah satu penggiat pemekaran M Sobir dalam diskusi publik yang dilaksanakan oleh Dewan Mahasiswa Universitas Peradaban (Unpera) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bumiayu di Pendopo eks Kawedanan Bumiayu, Sabtu (28/10/2017).

“Pemekaran bukan hanya memberikan keuntungan kepada masyarakat Brebes Selatan saja tetapi juga masyarakat Kabupaten Brebes secara keseluruhan.

Ia menambahkan, dengan pemekaran pelayanan kepada masyarakat akan semakin dekat serta terjadinya akselerasi pembangunan.

Lebih lanjur M Sobir mengatakan, setelah pemekaran, beban APBD Kabupaten Brebes akan berkurang. Jika sebelum pemekaran harus membiayai 17 kecamatan, setelah ada pemekaran nanti hanya menanggung 11 kecamatan saja.  Sementara di daerah hasil pemekaran akan terjadi akselerasi pembangunan karena jumlah wilayah yang harus dibiayai tidak terlalu banyak.

Sementara salah satu tokoh masyarakat, Sodikin menampik tudingan masyarakat yang menganggap bahwa pegiat pemekaran hanya mengejar keuntungan pribadi semata.

“Pemekaran atau daerah otonom baru telah diatur undang-undang.” Kata Sodikin.

Ia menjelaskan, dalam masa transisi akan ditunjuk pelaksana tugas kepala daerah yang berasal dari provinsi, setelah itu, aka nada pemilihan kepala daerah melalui mekanismi pemilihan. “Jadi sebenarnya pegiat pemekaran tidak mendapatkan keuntungan apa-apa dari apa yang dilakukanya tersebut.” Tuturnya.

Sobirin mencontohkan, Pangandaran Jawa Barat yang merupakan daerah otonom baru. Pegiat pemekaran disana tidak mendapatkan kue jabatan, bahkan hanya menjadi tim sukses calon kepala daerah saja.

Dalm acara yang berlangsung hingga sore hari tersebut, dihadiri oleh aktifis mahasiswa dari Universitas Peradaban (Unpera), HMI, IMM, PMII, serta tamu undangan seperti Camat Bumiayu yang diwakili Sekretaris Camat Eko, Pegiat Pemekaran M Sobil, Tokoh Masyarakat Sobirin, dan Pembantu Rektor (Purek) Bidang Kemahasiswaan Universitas Peradaban (Unpera) Akib Ardiansyah. (Yud/PP)
Diberdayakan oleh Blogger.