LENSAPEWARTA.COM, SLAWI - Pembatas jalan yang terpasang di jalur Jalan Raya Pasar Banjaran Kabupaten Tegal yang berfungsi untuk mengurai kemacetan, ternyata menjadi polemik tersendiri bagi masyarakat dan pemerintah.

Pasalnya jalur pemisah yang menggunakan tiang dan diurai dengan tali sepanjang jalur tersebut sering digunakan oleh masyarakat untuk menyebrang dengan cara menorobos uraian tali tersebut, padahal jika kita tahu hal tersebut sangat membahayakan bagi pengendara lain yang melintas maupun orang tersebut.

  Syarip (37) warga pengirikan kabupaten Tegal mengomentari, " seringnya abang becak, sepeda dan pedagang lain menerobos lewat bawah tali sebab jika memutar pun agak jauh, dan lebih parahnya jalur untuk memutar dipenghujung tali terdapat pohon besar yang menjadi penghalang bagi kendaraan roda empat, " paparnya tampak gusar tertuju pada pewarta (28/11)

Selanjutnya dirinya berharap pemerintah mau membuatkan pembatas jalur yang permanen sehingga orang yang menyebrang tak perlu harus menerobos, sehingga keamanan pengendara dan penyebrang menjadi lebih terjaga, imbuhnya

Disisi lain Inayah (33) seorang ibu rumah tangga pedagang pasar Banjaran mengakui dirinya jika hendak pulang kerumahnya yang tak jauh dari lokasi pasar sering menerobos tali, pasalnya tak mungkin dengan berjalan kaki dirinya harus memutar mengikuti kendaraan, terangnya saat dikonfirmasi pewarta. (26/11)

"Kini masyarakat berharap agar pihak terkait mau memikirkan kondisi tersebut, akankah dibuat permanen atau hanya seperti itu dan terus menjadi polemik di masyarakat, namun alangkah baiknya dibuat permanen seperti pembatas jalan lain agar pejalan kaki juga merasa nyaman, sehingga tingkat kecelakaan yang terjadi di jalur tersebut dapat ditekan, jelas Ellen salah seorang aktivis masyarakat kabupaten Tegal.(Red/CN)
Diberdayakan oleh Blogger.