LENSAPEWARTA.COM, SLAWI - Ayu Sintiara (14th) Putri Bapak Tarmidi (46th) warga RT 21/5 Harjosari Lor Adiwerna kini mengalami patah tulang kaki sebelah kanan. Keluarganya tidak mempunyai biaya pengobatan, hanya berprofesi sebagai buruh pembuat kerupuk mie kini hanya mampu terbaring di pembaringannya sejak beberapa bulan lalu.
Ayu, panggilan sehari hari adalah pelajar kelas 3 MTs Al Maktubiyah Kalisoka Dukuhwaru,  terpaksa tidak bisa berangkat kesekolah karena tidak bisa berjalan. Paha kaki kanannya menjadi bengkak dan panjang sebelah selisih 15 cm. Ayu terjatuh dari motor ketika membonceng temannya mau kegiatan sekolah, dan ayu tertindih motor hingga tulang kakinya patah.

Bapak Tarmidi yang hidup sendiri setelah sang isteri tercinta meninggal dunia sejak lama, dan harus merawat anaknya sendiri, pekerjaannya sebagai buruh pencetak krupuk mie kadang tidak cukup untuk kebutuhan dan  makan sehari hari.
“Ayu hanya bisa berbaring saja di tempat tidur, segala aktifitasnya selalu dibantu oleh saya.  Saya harus pulang kerumah ketika ayu ingin makan, atau ke kamar mandi, karena dirumah hanya ada neneknya yang sudah tua. Ibunya meninggal ketika ayu masih kecil”. kata pak Tarmidi.

Yayasan Gerak Sedekah Tegal (GST) merupakan komunitas yang berkembang dari media social be;um lama ini memberikan Sedekah Kontan sebesar Rp. 1.000.000,- untuk biaya pengobatan serta membeli kebutuhan sehari hari, sebagai bentuk kepedulian antr sesame umat.

Wildan hermawan, ketua yayasan GST mengatakan, jangan dilihat dari nominal bantuanya, tetapi perhatian kami terhadap mereka yang membutuhkan uluran tangan. Yayasan GST akan melakukan pendampingan sampai ayu bisa ditangani lagi. Kasihan dia, masih muda dan punya masa depan panjang. Bagi masyarakat  yang berkenan membantu bisa menghubungi yayasan GST.
 
Diberdayakan oleh Blogger.