Nama GAZ (Gorkovsky Avtomobilny Zavod) saat ini mungkin terasa asing di republik ini, tapi manukfatur otomotif asal Rusia yang namanya masih eksis ini pernah menorehkan legenda keperkasaan rantis (kendaraan taktis) 4×4 di era Perang Dingin. Dari beragam produk GAZ, seri GAZ-69 dan GAZ-63 punya kesan tersendiri di Indonesia. Meski sudah uzur, kedua kendaraan tersebut masih ada yang laik jalan di tangan kolektor kendaraan antik.

GAZ-69 dikenal sebagai jip tangguh berkemampuan off road yang dipakai oleh ketiga matra TNI (d/h ABRI). Debut GAZ-69 di Indonesia mungkin hanya bisa ditandingi oleh jip Willys buatan AS. Kiprah jip ini begitu lekat di dekade 60 dan 70-an, merambah mulai dari Sabang sampai Merauke. Secara khusus Indomiliter.com telah mengupas serba-serbi jip GAZ-69 pada artikel terdahulu, yang link-nya dapat Anda lihat di atas paragraf ini.

Sementara berbeda dengan GAZ-63, yang ini layak disebut sebagai truk. Populasinya memang tak sebanyak GAZ-69, lantaran truk 4×4 dengan payload 2 ton ini masuk ke Indonesia dalam varian self propelled MLRS (Multiple Launch Rocket System) BM-14/17, yang tak lain merupakan kekuatan artileri medan Korps Marinir TNI AL. GAZ-69 dan tentunya sistem BM-14/17 didatangkan dari Uni Soviet dalam rangkaian persiapan Operasi Trikora.
Karena sudah tergolong alutsista uzur, MLRS BM-14/17 kini tak lagi digunakan, sebagai gantinya Marinir menggunakan RM70 Grad. RM70 Vampire dan Type90B, sistem roket multi laras dengan kaliber 122 mm. Begitu BM-14/17 pensiun, maka GAZ-69 kiprahnya pun berakhir dalam kedinasan. Namun ada yang menarik dalam ajang Marinir Fair 2017 yang digelar November 2017 di Kesatrian Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan. Ternyata GAZ-69 masih ada yang “aktif” lengkap dengan usungan peluncur roketnya.

Desain asli GAZ-63 jelas bukan kendaraan tempur, varian sipil GAZ-63 jauh lebih banyak diproduksi di negara asalnya. Proses rancangan truk ini sudah dimulai pada 1938 dan prototipe-nya sudah berhasil dibuat pada rentang 1939-1940. Namun GAZ-63 baru resmi diproduksi pada rentang 1948 sampai 1968. Jika Anda masih ingat ranpur (panser) BTR-40 yang hingga kini masih digunakan

Kompi Kavaleri TNI AD, maka varian awalnya mengadopsi basis GAZ-63.
Dapur pacu GAZ-63 mengandalkan mesin bensin 6 silinder 3.5L GAZ-51 I6 dengan performa 70 hp di 2800 RPM. Transmisinya menggunakan 4 speed untuk maju dan satu speed mundur. Kapasitas tangki bahan bakarnya 105 liter, dan konsumsi bahan bakarnya 25 liter per 100 km bila diasumsikan melaju dengan kecepatan 40 km per jam. Sementara kecepatan maksimum GAZ-63 sayangnya hanya mentok di 65 km per jam.

Meski sudah jadi barang langka, secara mengejutkan GAZ-63 pernah tampil dalam Pameran Autsista TNI AD 2012 di Lapangan Monas. GAZ-63 tak lagi di cat loreng khas Marinir, melainkan di cat coklat gurun, pun tak tampak lagi peluncur roketnya. Dan bila dilihat dari logo yang tertera di pintu, terdapat logo Hauwke’s Auto Gallery. Nampak GAZ-63 sudah mengalami restorasi, termasuk pemasangan winch di bagian depannya. (Haryo Adjie/indomiliter.com)
Diberdayakan oleh Blogger.