LENSAPEWARTA.COM, BREBES - Tradisi 'Ngawa Cangkingan' merupakan tradisi yang telah lama dilakukan masyarakat Kabupaten Brebes ketika berkunjung kesanak saudara maupun orang yang dikunjunginya.

"Sesungguhnya, tradisi shodaqoh jariyah sudah dilakukan masyarakat sejak dulu sebagai pengejawantahan rukun Islam," Kata Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH ketika menyambangi Pondok Pesantran Al Hasaniyyah Kabupaten Brebes.

Kedatangan Bupati bersama rombongan tersebut untuk memberikan bantuan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Brebes ke-340.

Selain pondok pesantren Al Hasaniyyah, Bupati juga memberikan bantuan ke panti asuhan dan panti rehabilitasi orang gila.

Kepada para Santri, Bupati mengajak untuk giat belajar utamanya mendalami ilmu agama. Selagi masih kecil giatlah belajar jangan bertopang dagu. Menuntut ilmu di waktu kecil ibarat mengukir di atas batu, namun bila menuntut ilmu sesudah dewasa ibarat mengukir diatas air.

Pengasuh Pesantren Al Hasaniyyah Nuriddin Syamsudin mengaku bangga dengan kedatangan Bupati Brebes karena bisa menjadi penyemangat dan kebanggaan santrinya.

Kiai Nuriddin mengucapkan kebanggaannya dan terima kasih atas kedatangan orang nomor 1 di Brebes tersebut. Dia juga menceritakan perkembangan pesantren yang berawal hanya sebuah majelis taklim yang kemudian berkembang menjadi pesantren yang cukup membanggakan.

Kedatangan pemimpin daerah ke pesantren merupakan bentuk kepedulian yang tinggi terhadap perkembangan dunia pesantren. Apalagi sembari sral srul srog (sapa, datang, dan kasih). Tentu, akan membahagiakan semua pihak.

Ajaran silaturahmi yang dibangun juga akan semakin manambah rejeki, memperpanjang umur, dan menjadi kunci masuk surga.

Roadshow Bakti Sosial Hari Jadi ke 340 Brebes juga dilakukan ke Panti.Asuhan Putra Muslimat Kauman Brebes, Panti Asuhan Muhammadiyah Brebes dan Yayasan Rehabilitasi Penyandang Kesehatan Jiwa asuhan Kiai Mundir di Kebogadung Jatibarang.(Red**)
Diberdayakan oleh Blogger.