INSPIRASI -  Ada hal yang unik di Desa yang satu ini, salah satu desa yang terletak di bagian selatan kabupaten Tegal. Peninggalan bersejarah dari Ulama Syekh Maulana Mahgribi saat menyebarkan ajaran Islam di wilayah Desa Danaraja Kecamatan Margasari merupakan bukti masuknya Islam di wilayah Kabupaten Tegal, bahkan hampir setiap tahun usai menjalankan sholat Idul Adha atau yang dikenal dengan Lebaran Haji di gelar acara Kirab Pusaka oleh masyarakat setempat.

Sebuah bangunan masjid, piring panjang (sebuah piring yang dapat menampung hampir 20 ltr beras yang sudah masak) yang menjadi peninggalannya beliau juga meninggalkan pusaka kitab yang terkenal yaitu "Kitab Rambang" sebuah kitab yang terbuat dari daun serta bertuliskan sangsekerta, namun yang menjadi keanehan masyarakat sekitar makna yang tersirat dalam kitab tersebut setiap tahunnya dapat berubah.

"Acara ini hanya menjadi agenda di desa, sebenarnya masyarakat Desa Danaraja menginginkan acara ini masuk dan menjadi agenda di pemerintah daerah sebab kirab tersebut dapat menjadi daya tarik sebagai wisata budaya bagi daerah Kabupaten Tegal, bahkan tahun-tahun sebelumnya banyak pejabat pemerintah yang diundang untuk menghadiri acara Kirab Pusaka, namun sedikit sekali pejabat yang mau hadir," ungkap Slamet salah seorang tokoh masyarakat setempat.

Ditambahkan pula bahwa merebak mitos yang dikaitkan jika seorang ingin jadi pejabat atau naik pangkat terkadang ada yang datang untuk tirakat di masjid tersebut namun jika sudah berhasil dan jadi pejabat pantang untuk datang lagi ke Desa Danaraja pasalnya jabatan yang disandangnya akan turun alias hilang, ujarnya.

Sungguh miris jika kondisi  jika sebuah mitos menjadi penghalang para pejabat pemerintah daerah tertunda memajukan satu wilayah karena mitos tidaklah  adil, sebab jika mereka tahu para tamu yang datang saat acara tersebut digelar tidak hanya dari warga sekitar namun dari wilayah lain seperti Sukabumi, Purwokerto, Brebes banyak yang hadir.






Bahkan bukan hanya kirab pusaka, berbagai peninggalan ada di wilayah tersebut, dan jika di terapkan secara tepat tak mungkin Desa Danaraja bisa menjadi lokasi wisata desa, masyarakat selain bisa melihat sejarah juga dapat menikmati alam di wilayah tersebut.

Kini tinggal pemerintah bagaimana menyikapinya agar acara tersebut dapat dikemas agar dapat menarik dan mendatangkan investor dan memprogramkan momen wisata budaya sebagai Cinta Desa  (Red/Cah)


Diberdayakan oleh Blogger.