LENSAPEWARTA.COM, Slawi – Disela-sela kesempatan saat menyaksikan simulasi sistem pengamanan (sispam) kota yang dilaksanakan di Alun-alun Hanggawana Kabupaten Tegal, Dandim 0712/Tegal Letkol Kav Kristiyanto, S.sos yang mendampingi Kapolres Tegal, jumat (26/01) ikut menyampaikan pesan melalui awak media yang hadir, diantaranya seputar netralitas prajurit TNI khususnya anggota Kodim 0712/Tegal pada pemilukada mendatang adalah harga mati.

Dandim menjelaskan, tugas dan fungsi TNI melaksanakan back up kepada Polri untuk mengamankan penyelenggaraan pemilukada. Dandim juga menekankan, netralitas TNI dalam pemilukada harus dipahami, dihayati, dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari seluruh prajurit TNI, sehingga dapat mendukung keberhasilan dalam menyukseskan Pemilukada di wilayah Kodim 0712/Tegal ini. "Prinsipnya, TNI harus bersikap netral dalam kehidupan politik dan tidak melibatkan diri pada kegiatan politik praktis,baik secara langsung maupun tidak langsung" tegas Dandim.

“Apabila ada indikasi keterlibatan anggota TNI dalam politik praktis dan ketidaknetralan prajurit, tentunya akan diberikan sangsi tegas sesuai peraturan yang berlaku di lingkungan TNI”, imbuh Dandim.

Dandim juga menyarankan kepada prajurit TNI supaya tidak memberikan komentar, penilaian dan mendiskusikan apapun terhadap identitas atau kualitas salah satu pasangan calon maupun partai politik peserta pemilukada. Diharapkan pula, setiap prajurit wajib waspada pada setiap perkembangan situasi di lingkungannya masing-masing.

Masih menurut Dandim, yang utama adalah prajurit harus melaksanakan temu cepat dan lapor cepat secara hierarkis apabila ada kejadian yang berindikasi pada hambatan, gangguan dan penggagalan Pemilukada agar segera dapat diatasi. (Red**dim0713/tegal)
Diberdayakan oleh Blogger.