LENSAPEWARTA.COM,TEGAL– Ribuan nelayan yang tergabung dalam Paguyuban Nelayan Kota Tegal (PNKT) melakukan aksi  di jalan lingkar utara (jalingkut) Kota Tegal, Senin (8/1) siang

Mereka menolak kebijakan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KP) yang telah memberlakukan Peraturan Menteri Nomor 71/2016 tentang Pengaturan Alat Tangkap.  Dalam aksi tersebut para nelayan juga menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan kehidupan nelayan.

Ketua KUD Karya Mina Hadi Santoso mengungkapkan dilarangnya alat tangkap cantrang ribuan nelayan Kota Tegal akan kehilangan mata pencaharian. Ia berharap Pemerintah memberikan kebijakan untuk melegalkan penggunaan alat tangkat cantrang.

Bendahara HNSI Riswanto mengatakan ada 53 ribu orang yang menganggur akibat pelarangan itu. Mereka merupakan anak buah kapal (ABK) dari 600 kapal-kapal cantrang yang ada di Kota Tegal.  “ABK punya keluarga, mereka akan terancam menjadi pengangguran,”ungkap Riswanto

Selain itu, papar Riswanto, ada 11 unit pengolahan ikan fillet dan 800 buruh yang bekerja di sektor perikanan terdampak peraturan itu. Dengan aturan itu, kapal dilarang melaut, mereka juga terancam menganggur karena tidak ada bahan baku.

“Oleh karena itu, Kami meminta Pemerintah Daerah dan DPRD memberikan dukungan kepada nelayan dengan menandatangani Petisi Aksi Daerah Nelayan Cantrang Kota Tegal 2018”, imbuh Riswanto.

Pelaksana Tugas Wali Kota Tegal HM. Nursoleh, Ketua DPRD Kota Tegal Edy Suripno bersama jajaran Forkompinda hadir menemui nelayan. Pada kesempatan tersebut  Plt. Walikota HM. Nursoleh dan Ketua DPRD Kota Tegal Edy Suripno menandatangani petisi.(Sa/Tim/Red**)
Diberdayakan oleh Blogger.