LENSAPEWARTA.COM, JAKARTA - Cantrang merupakan alat penangkapan ikan yang bersifat aktif dengan pengoperasian menyentuh dasar perairan. Cantrang dioperasikan dengan menebar tali selambar secara melingkar, dilanjutkan dengan menurunkan jaring cantrang, kemudian kedua ujung tali selambar dipertemukan. Kedua ujung tali tersebut kemudian ditarik ke arah kapal sampai seluruh bagian kantong jaring terangkat.

Penggunaan tali selambar yang mencapai panjang lebih dari 1.000 m (masing-masing sisi kanan dan kiri 500 m) menyebabkan sapuan lintasan tali selambar sangat luas. Ukuran cantrang dan panjang tali selambar yang digunakan tergantung ukuran kapal. Pada kapal berukuran diatas 30 Gross Ton (GT) yang dilengkapi dengan ruang penyimpanan berpendingin (cold storage), cantrang dioperasikan  dengan tali selambar sepanjang 6.000 m.

Namun keberadaan Kapal Cantrang justru menjadi polemik bagi pemerintahan, bahkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sempat mengeluarkan peraturan pelarangan kapal cantrang untuk menangkap ikan, yang berimbas menimbulkan reaksi ratusan nelayan melakukan penolakan atas apa yang dikeluarkan oleh mentri kelautan terkait pelarangan cantrang.
Aksi perjuangan para nelayan terus bergulir, demo demi demo terus mengalir untuk mengetuk hati pemerintah mengijinkan kapal cantrang untuk melaut, pasalnya jika tak melaut nelayan kapal cantrang akan banyak mengalami kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan hidup rumah tangganya.

Rabu (17/1/2018) aksi demo tolak larangan bagi cantrang kembali bergulir, ratusan nelayan mendatangi Istana Negara guna menemui presiden untuk menyampaikan penolakan dan meminta pemerintah mencabut larangan cantrang di jalan Istana Merdeka Jakarta Pusat 
Menghadapi situasi tersebut ,Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti turun langsung menemui para nelayan yang berunjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Di hadapan demonstran, dirinya  menyampaikan bahwa kapal cantrang boleh kembali melaut mencari ikan, dan hal ini langsung disambut gembira para nelayan.

“Saya tidak mau ada cantrang ilegal masih melaut. Tidak boleh ada kapal tambahan lagi selain itu, semua data kapal cantrang harus segera diperbaharui dan beralih alat tangkap. Termasuk ukuran besar kapal yang digunakan untuk melaut. Jika melanggar, maka dengan tegas akan menenggelamkan kapal tersebut, “ ujar Ibu Menteri dengan tegas

Kini para nelayan bisa bergembira, pasalnya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperpanjang masa pengalihan alat tangkap bagi para nelayan di sejumlah daerah di jalur Pantura (Pantai Utara), yakni Batang, Juwana, Pati, Tegal, Rembang, dan Lamongan. Adapun untuk tenggang waktu dari masa pengalihan tersebut sampai batas yang tidak ditentukan, untuk para nelayan cantrang untuk kembali melaut (Red**/foto dok.google)

Diberdayakan oleh Blogger.