BREBES  - Pusat Kajian, Penelitian, Penerbitan dan Pelatihan Gubuk Ilmu Sahabat Fikir (Gisaf) resmi dikukuhkan di Brebes. Melalui acara kajian bulanan bertema "Membangun Komunitas Epistemik Menuju Indonesia yang berilmu dan berperadaban" tersebut sekaligus peresmian lembaga tersebut. Lembaga yang didirikan oleh M. Andi Hakim, S.Pd, M.Hum tersebut sebetulnya telah lama berkiprah.

Menurut Andi, Gisaf telah berdiri sejak 17 Agustus 2017 lalu dengan beragam program pemberdayaan yg dilakukanya. Lembaga ini concern dalam kajian dan penelitian pendidikan dan kebudayaan, penerbitan produk-produk Karya Tulis Ilmiah dan Buku, dan pelatihan dalam bidang kepenulisan, kepemimpinan dan kewirausahaan.
Gisaf juga telah memiliki 25 trainer nasional yang tersebar diberbagai wilayah di Indonesia.

"yang membedakan dengan lembaga yang lainya adalah konsistensi Gisaf dalam memberikan pelatihan tanpa tarif. Dan, ini satu-satunya di Indonesia" Tuturnya, Minggu (4/2).

Lebih lanjut Zacky Al-Aman selaku pengasuh Pesantren Indigenous Gisaf (baca : Pesantren binaan Gisaf) menuturkan bahwa sudah lebih dari 50 SLTA, 10 kampus dan ratusan guru yang pernah belajar bersama kami.

"Melalui Program 1000 Penulis Muda, dan Program 1000 guru menulis, telah mampu melatih ribuan orang dari berbagai wilayah di Indonesia" Tambah Zacky.

Melalui berbagai kegiatan yg telah dilakukanya, Gisaf merasa perlu untuk mendirikan cabang di Brebes.

Arinun Ilma selaku Manager Program menambahkan bahwa sekretariat Gisaf Brebes mencakup beberapa wilayah jangkauan, antara lain Brebes, Tegal dan Pekalongan.

"Harapanya, program-program pemberdayaa  yang dilakukan oleh Gisaf dapat memberikan dampak.yang positif bagi pengembangan masyarakat sekitar. Khususnya dalam bidang kajian pendidikan, kepenulisan, kepempinan dan kewirausahaan" Imbuhnya.

Sampai saat ini, terjaring 20 trainer dan motivator Gisaf melalui seleksi yang cukup ketat. Sebagian besar adalah pemuda yang beragam bidang profesi, antara lain Pelajar, Mahasiswa, Guru, Dosen dan Wirausahawan.

Didi Hermawan, salah satu motivator Gisaf yang juga dosen Universitas Pancasakti (UPS) menyambut baik hadirnya Gisaf, Menurutnya, kehadiran Gisaf di Brebes, Tegal dan Pekalongan dapat meningkatkan kualitas keilmuan masyarakat disekitar daerah tersebut. Terlebih Gisaf dengan pengalamanya yang sudah berkeliling Indonesia mengajari pemuda untuk menulis dan menerbitkan buku.

"Ini modal yang baik, apalagi Gisaf tidak pernah berfikir soal materi dan berburu rupiah. Melainkan berbekal keihlasan untuk bertumbuh bersama banyak orang" Pungkas Didi.( eko/ CN)
Diberdayakan oleh Blogger.