LENSAPEWARTA.COM TEGAL. Perang tanding semakin nyaring terdengar. Para Pendekar ‘Sakti Mandraguna Pilih Tanding’ segera turun dalam kawah candradimuka Pilkada 2018.

Sementara intensitas kesibukan para hulu balang disetiap markas atau posko-posko para pasangan calon walikota semakin meningkat. Mereka mempersiapkan segala perlengkapan sebagai alat propaganda yang diangkut diatas kendaraan operasional. Tak ketinggalan para pendekar pilihan paslonpun telah singsingkan lengan baju atur-atur strategi pasukan.

Andaikan Pilkada analog dengan situasi serial kolosal sinetron Angling dharma, maka disana terdapat berbagai formasi perang yang dikembangkan. Dalam Pilkada 2018 ini, Formasi ‘perang’ memang sudah lebih dulu terbentuk. Seperti formasi ‘Pancaraga’ alias formasi Gajah yang digunakan Dedi – Jumadi dengan 5 partai Pengusung Demokrat, Gerindra, PKS, PAN dan PPP.

Ada juga yang membentuk formasi Dwi tunggal seperti yang dipakai dua Paslon HM. Nursoleh – Wartono yang diusung Golkar dan Hanura, Paslon H. Habib Ali Zaenal Abidin – Tanty Prasetyoningrum dengan PKB dan Nasdemnya serta dua paslon lainnya yang menggunakan formasi Swa Raga seperti paslon Herujito – Sugono dengan pengusung tunggal PDIP. Terakhir paslon H. Ghautsun – dr. Muslih dengan jalur tanpa klan pengusung alias independen.

Hari ini Minggu, 18 Februari 2018, bak acara Ultimate Fighting Championship (UFC). Sebelum bertarung, mereka disatukan dulu untuk saling bersalaman sebagai tanda bahwa ini adalah hanya sebuah games atau permainan. KPU selaku pihak penyelenggara menyatukan mereka dalam agenda Deklarasi Damai Kampanye Pilkada Kota Tegal 2018 bertempat di Alun-alun Kota Tegal. Semua Paslon berkumpul dan berkeliling Kota Tegal untuk ditunjukan kepada publik Kota Tegal bahwa mereka para kontestan yang akan memasuki arena pertarungan pilkada 2018. Sebelum diberangkatkan, para paslon harus menanda tangani deklarasi damai.

“ ini merupakan langkah awal KPU Kota Tegal untuk mengenalkan para calon pelayan masyarakat yang baik di Pilkada 2018,” Ujar Pjs Walikota Tegal Achmad Rofai sebelum melepas rombongan Paslon berkeliling Kota Tegal.

“Kampanye ini diharapkan bisa membuat masyarakat Kota Tegal semakin mengenal para calon”, Demikian ujar Achmad Rofai.

Terlihat berbondong-bondong dari markas atau posko-posko ‘perguruan’ Paslon Pilkada, berarak berdebu-debu mendatangi undangan KPU Kota Tegal untuk bersama-sama berkumpul di Alun-alun Kota Tegal untuk selanjutnya berkeliling kota. Mereka berdatangan dengan berbagai panji kebesaran yang masing-masing bergambar Paslon Jagoannya berkibar beserta bendera partainya.

Soal kampanye itu sendiri, menurut Agus Wijanarko, akan ada jadual tersendiri yang disusun oleh pihak KPU Kota Tegal.

“ Ada kampanye yang nanti KPU Kota Tegal atur, yakni pada tanggal 19 Juni hingga 23 Juni 2018," tutur Agus Wijanarko.

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya bahwa masa kampanye meliputi beberapa tahapan seperti kampanye pertemuan-pertemuan dan penyebaran bahan kampanye kepada umum, pemasangan alat peraga dan kegiatan lain yang dijadualkan pada tanggal 15 Februari hingga 23 Juni 2018 termasuk didalamnya kampanye Debat Publik antar Paslon. Ada juga kampanye melalui media massa, cetak dan elektronik yang dijadualkan pada tanggal 10 hingga 23 Juni. Selanjutnya pada tanggal 24 hingga 26 Juni 2018 merupakan masa tenang dan pembersihan alat peraga. (Red- Tim/ Cah/Anis Yahya)
Diberdayakan oleh Blogger.