JAKARTA - Petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Dinas Sosial DKI Jakarta yang berada di lima wilayah kota melakukan penjagaan saat perayaan Imlek di beberapa Vihara di DKI Jakarta.

Penjagaan itu untuk mencegah maraknya Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) jalanan yang mengganggu kenyamanan warga dalam merayakan Imlek

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial DKI Jakarta, Chaidir mengemukakan upaya pengawasan itu untuk mengantisipasi adanya PMKS jalanan yang tidak tertib hingga meminta-minta kepada warga.

"Karena sudah menjadi budaya sejak lama pengelola vihara biasanya memberikan sembako atau angpao kepada warga sekitar sehingga banyak warga yg datang ke vihara untuk mendapatkan peruntungan," ujar Chaidir saat dihubungi pada Jumat (16/2).

Ia melanjutkan, petugas tidak melakukan penjangkauan, mereka hanya memastikan agar tidak terjadi sesuatu hal yg tidak diinginkan seperti berdesak-desakkan yang menyebabkan timbulnya korban.

"Petugas P3S mengedukasi para pengejar angpau agar tidak berebutan mereka harus antri dan tertib," tandas Chaidir.

Selain itu, saat melakukan penjagaan, Petugas P3S berkolaborasi dengan aparat keamanan lainnya. Seperti Kepolisian, TNI, Satpol PP dan satuan pengamanan vihara.

Selama perayaan Imlek, Petugas P3S yang berada di Suku Dinas Sosial lima wilayah kota administrasi DKI Jakarta melakukan pengawasan di beberapa vihara.

Di antaranya Vihara Bio Hok Tek Tjeng Sin di Kebayoran lama, Jakarta Selatan.
Kelenteng Petak 9 Glodok, Jakarta Barat hingga Vihara AvaloKitesvera Vipassana di Graha Sunter Jaya Jakarta Utara.

"Petugas ikut berpartisipasi dalam pengawasan perayaan imlek agar para jamaat yang beribadah di vihara bisa merasa aman dan nyaman. Jamaat bisa khusuk dalam menjalankan ritual ibadahnya," kata Chaidir (
Diberdayakan oleh Blogger.