LENSAPEWARTA.COM, TEGALRAYA - Yel-yel ‘Allahu Akbar’ membahana ditengah dinginnya ruang ber-AC gedung Syailendra Convention Hall, Gran Hotel, Slawi (Sabtu,24/2). Sekira 400 an warga PKS Kabupaten Tegal pendukung calon Bupati Tegal Enthus Susmono – Umi Azizah berkonsentrasi diruang tersebut.

Mereka hadir dalam sebuah kemasan agenda “Rakerda DPD Kabupaten Tegal, Konsolidasi Pemenangan Pilgub Dan Pibup 2018”. Acara dihadiri selain Dra Umi Azizah Calon Wakil Bupati yang juga petahana, hadir juga Ketua DPW PKS DR. Abd. Fikri Faqih, SH, MM beserta jajaran pengurus PKS dari tingkat DPD, DPC hingga DPRa se-Kabupaten Tegal. Hadir pula utusan partai pendukung dan pengusung lainnya seperti Ketua DPD PAN Ir. Yuswan Maulana.

Fikri sebelum melakukan pelantikan terhadap Tim Pemenangan yang telah terbentuk menegaskan kembali komitmennya mendukung dan mengusung Calon Bupati Tegal Enthus – Umi serta Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said – Ida Fauziyah untuk periode 2018 – 2023.

Dua paket Paslon Bupati dan Gubernur yang didukung dan diusung PKS itu memiliki slogan tersendiri. Seperti Paslon Gubernur No 2 Sudirman Said dan wakilnya Ida Fauziyah dengan “Mbangun Jateng, Mukti Bareng “. Sedangkan Paslon Bupati dan Wakil Bupati No.3 Enthus Susmono dan Umi Azizah menggunakan jargon dengan tujuan untuk mudah diingat para pemilihnya dengan slogan kata TELU yang merupakan kependekan dari Tetep Enthus Lan Umi.

Dalam rakerda tersebut, Tim Pemenangan yang telah terbentuk dengan Ketua Tim Arif Budiono beserta pasukannya diambil sumpah setianya yang dibacakan Fikri dan diikui seluruh anggota Tim Pemenangan yang diawali dengan bacaan bersyahadat.

Umi Azizah sendiri dalam orasi politiknya lebih banyak menitik beratkan pada referensi semasa pemerintahannya periode yang lalu. Umi yang mempunyai basis massa dari kalangan Nahdliyin ini memaparkan pencapaian pembangunan kabupaten Tegal selama dipimpin Enthus Susmono dan wakilnya dia sendiri.

Menurutnya, banyak bukti-bukti pencapaian pembangunan kabupaten Tegal yang dinilai peningkatannya cukup signifikan seperti pada tahun 2014 terdapat 19 kecamatan yang tidak layak. Berturut-turut tahun berikutnya hingga 2017 ada 15 puskesmas yang berubah menjadi layak.

“ Bahkan tahun ini ada 3 Puskesmas tambahan sudah terbangun dengan layak, “ Ujarnya.

Selanjutnya Umi memaparkan peningkatan nilai prosentase pembangunan infrastruktur yang telah dicapai seperti infrastruktur jalan, kesehatan dan pendidikan lalu penekanan tingkat pengangguran hingga 2% serta turunnya tingkat kemiskinan.

Pada persoalan pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Tegal yang semula berada pada peringkat 35 pada tahun 2014 kini posisinya meningkat pada posisi 24.

“ Dari hasil BPK, akhir tahun 2017, peringkat kita dalam pengeloalaan keuangan daerah menduduki posisi 24 dari 35 kabupaten / kota se-Provinsi Jawa Tengah,” Kata Umi.

“ Sehingga BPK memberikan penilaian pada Kabupaten Tegal dengan penilaian WAJAR TANPA PENGECUALIAN,” Demikian Umi memaparkan yang disambut yel-yel ‘Allahu Akbar’.

Dalam pungkasan orasinya, Paslon Enthus – Umi akan menerapkan program-program seperti program reformasi birokrasi, Pelayanan Satu Atap, mewujudkan parawira usaha kaum muda dengan pelatihan dan pendampingan.

Bahkan rencananya, lahan eks terminal bis Slawi akan dibangun semacam etalase untuk mendisplay baik hasil maupun rencana program program pembangunan sebagai bagian dari bentuk marketing produk-produk pembangunan Kabupaten Tegal.

“ Semua itu kata kuncinya cuma satu, Fastabikul Khoirot ( berlomba-lomba menuju kebaikan – red ). Kita harus berjihad. Jihad kita sekarang bukan angkat senjata tapi jihad kita sekarang adalah amar ma’ruf nahi munkar,” Umi Azizah mengakhiri yang disambut kembali dengan yel-yel ‘Allahu Akbar’. (Redd/CN/ Anis Yahya)

Diberdayakan oleh Blogger.