LifeStyle - Jika dibanding mengemudikan tank, maka mengendalikan laju panser terlihat lebih mudah. Pandangan awam ini tentu sah-sah saja, mengingat kemudi (stir) panser terlihat laksana truk atau bus konvensional. Tapi jangan salah, mengemudi kendaraan tempur (ranpur) lapis baja bukan perkara mudah, selain bekal SIM B2 khusus untuk membawa panser, dibutuhkan orientasi penuh agar seorang driver panser dapat terbiasa mengemudi dari kompartemen panser yang serba sempit dan posisi duduk yang terbatas.

Tak terkecuali bagi panser APC (Armoured Personnel Carrier) kebanggan Indonesia, Anoa 6×6 buatan PT Pindad. Panser yang populasi telah mencapai 200-an ini adalah kekuatan utama pada Satuan Infanteri Mekanis di tiga Batalyon Infanteri Mekanis Kodam Jaya. Sebagai ranpur lapis baja, sudut pandang untuk pengemudi memang terbatas di Anoa, untuk itu diperlukan peran navigator yang duduk disamping kiri pengemudi untuk memantau kondisi yang ada disekitaran panser.

Bagi seorang pengemudi panser yang masih baru, tahapan yang paling menantang bukanlah bagaimana cara mengemudinya, melainkan bagaimana mengatur feel posisi yang sulit. Untuk memantau kondisi belakang misalnya, memang sudah tersedia kamera CCTV yang akan membantu proses parkir dan manuver lain.

Nah, berangkat dari semangat untuk mempermudah proses belajar dan transisi bagi pengemudi panser Anoa, Litbang Pussenif Kodiklat TNI AD dan Intitut Teknologi Bandung merilis prototipe simulator Anoa. Dikutip dari defsec.lskk.ee.itb.ac.id, disebutkan peran simulator yang ditempatkan dalam platform truk ini digunakan untuk membiasakan siswa pengemudi untuk membiasakan dengan tools kendali yang ada di Anoa, dengan begitu diharapkan proses mempelajari kemudi panser Anoa bisa lebih efektif dan efisien.

Anoa menggunakan tipe mesin Renault MIDR 062045 inline 6 cylinder turbo-charged diesel, mesin ini menggunakan transmisi otomatis. Selain urusan dapur pacu masih harus di impor dari Perancis. Begitu pula dengan suspensi yang menggunakan Independent suspension, torsion bar masih di impor. Dengan sistem penggerak enam roda simetris, Anoa mampu bergerak lincah di berbagai medan. Termasuk di kemiringan 31 derajat. (sumber indomiliter/bayu pamungkas)
Diberdayakan oleh Blogger.