LENSAPEWARTA.COM TEGALRAYA - Belum lama ini, dalam sebuah forum temu kader di Rumah Makan (RM)  Pring Sewu Pantura, jalan raya pantura Tegal - Pemalang yang di hadiri langsung Calon Bupati Tegal H.Rusbandi sempat mengungkapkan soal nasib guru honor yang tertindas.

Upah guru honor  amat minim,  per bulan yang berkisar hanya Rp 200 000, jika yang bersangkutan masih lajang tak begitu berat,  tetapi bagaimana bagi mereka yang sudah menikah dan mempunya anak,  susah dibayangkan.

Terkait kondisi tersebut H.Rusbandi menyikapi jika nanti dirinya terpilih menjadi Bupati Tegal ingin mengusahakan perubahan honor bagi mereka yang mendasarkan UMR yaitu sebesar Rp 1.500.000 perbulan termasuk para honorer di instansi lainnya, ungkapnya.

Menyikapi,  Tim Jurnalis Indonesia (Jurnalindo) yang tergabung dalam Pewarta melakukan investigasi,  di Wilayah salah satu Kecamatan Kabupaten Tegal, nasib guru honor hanya mendapat honor Rp 200.000 perbulan, bahkan  teganya dari pihak UPTD Dikpora se tempat masih memotong Rp 200.000 dari kumulasi penerimaan tahun anggaran sebesar 12 bulan kali Rp 200.000.
Kejadian pemotongan anggaran tahun 2016 yang lalu tersebut dananya dihimpun oleh staf UPTD setempat.

Hal sebagaimana laporan para guru honorer disana yang dihimpun tim  Jurnalis Indonesia / Pewarta mengungkapkan per soalan nasibnya katanya setiap penerimaan honor  biasanya hanya dipotong sebesar Rp 60.000,  namun dengan alasan adanya kepala UPTD baru  pemotongan naik menjadi Rp 200.000. Papar salah satu honorer saat di konfirmasi

Kini para guru honorer  hanya  bisa  membisu, pasrah tak berdaya. Setelah dapat amplop honor langsung saja menghadap di meja tunggu staf TU yang sudah menghadang. Berharap ada solusi dari pemerintah setempat serta para calon nantinya jika terpilih agar nasib para honorer menjadi perhatian khusus. ( Red/sam )
Diberdayakan oleh Blogger.