LENSAPEWARTA.COM ( INSPIRASI) Gunung Gajah terletak di kawasan perbatasan antara wilayah kabupaten Pemalang dan kabupaten Tegal Jawa Tengah. tepatnya di Desa Gongseng (Pemalang). Dari jalur pantura Desa Babadan Kecamatan Warurejo,  Kaubupaten Tegal, kalau anda kesana  paling praktis lurus saja ke arah selatan sekitar antara 14 km sampai dengan 16 km masuk ke Desa

Kedungjati terus masuk Desa Gongseng akan terlihat disana.
Gunung Gajah yang memiliki ketinggian antara 200 meter - 300 meter itu di kalangan nelayan pantura cukup dikenal karena dapat menjadi alat kompas ( penunjuk arah) ketika mereka melaut, apabila pulang melaut sudah bisa melihat Gunung Gajah  artinya menandakan posisi mereka istilah mereka untuk "ancer ancer" atau patokan bahwa mereka sudah dekat ke rumah dan tak lama lagi  kapal mereka akan mendarat.


Menjadi satu obyek pemandangan yang menarik karena sesuai nama itu sendiri bila diamati benar memang bentuk wujudnya gunung itu mirip dengan seekor gajah yang sedang berdiri menghadap arah barat di seberang selatan  aliran sungai Kali Rambut yaitu  sungai yang membatasi wilayah  Kabupaten Pemalang dan  wilayah Kabupaten Tegal walaupun pusat ketinggian disana tetap satu yaitu dataran tinggi Gunung Slamet yang mencakup dua wilayah eks karesidenan Pekalongan dan Benyumas. Namun posisi

Gunung Gajah sebenarnya jauh dari Gunung Slamet sebagai  induk puncaknya dibanding kaki kaki  Gunung Slamet yang ada. Jadi Gunung Gajah nampak seakan seekor gajah raksasa yang sedang berdiri kesepian menunggu temannya. Namun jangan kaget bila anda mendatangi puncaknya di sana  bentuk Gajah yang anda lihat tadi sudah tak nampak lagi kecuali dataran tinggi dan belantara hutan jati.

Lantas apa hungannya dengan Gajah Mada  nama patih kerajaan Majapahit itu?  Ini memang yang selama ini menjadi persoalan sejarah yang amat menggelitik karena paska Perang Bubad dalam sejarah Patih Gajah Mada raib entah kemana.

Ada informasi katanya di Thailand ada makam Gajah Mada mengingat kawasan kerajaan nusantara masa itu melebar hingga kemanca negara. Namun yang membuat penasaran penulis dan tergelitik karena masyarakat Majapahit,  Malang Jawa Timur  mempercayai  paska Perang Bubad, Gajah Mada lari ke Tegal. Informasi Keperca yaan itu penulis dapat dari  orang orang Desa Majapahit yang jumlahnya puluhan orang  kebetulan pernah  datang di Kota Tegal sebagai seles sepatu cuci gudang saat itu sempat  ngobrol dengan penulis di sebuah warung kedai di pinggir jalur pantura Kota Tegal. Mereka memberitahukan bahwa masyarakat Majapahit percaya Patih Gajah Mada lari ke daerah Tegal.

Lalu pertanyaannya apa hubungannya dengan Gunung Gajah?

Begini pertanyaanya lagi apakah nama Gunung Gajah semata bentuknya menyerupai gajah atau ada latar belakang yang melengkapinya karena Patih Gajah mada pernah mukim di Tegal dan wafat  dimakamkan di daerah Gung Gajah?  Yang membuat penulis penasaran lagi ketika penulis yang kebetulan menjadi anggota klaster pariwisata ketika ke pusat temuan fosil di Semedo wilayah Kecamatan Kedung Banteng Kabupaten Tegal barat Gunung Gajah bertemu seorang tokoh relawan penghimpun fosil purbakala bernama Dakri (65) sempat mengaku dalam perjalanan nya mencari fosil di hutan  pernah menemukan makam Gajah Mada di kawasawan dekat

Gunung Simping melihat   dengan mata kepala sendiri. Hanya ketika penulis tanya apa dasarnya sampai mengerti  itu makam Gajah Mada,  apa dari  tulisan nisan  dan tentunya huruf jawa kuno kemudian seperti apa arahnya, sebab bukan beragama islam tidak mungkin arahnya ke kiblat utara?

Sayangnya dia belum bisa menjelaskan karena keterbatasan pengetahuan terutama pengenalan bahasa jawa kuno. Yang kedua tentang lokasi karena tak begitu inten urusanya Dakri lupa dan berusaha untuk mendatangi lagi belum berhasil sampai sekarang.

Namun terlepas itu benar atau salah bahwa saat ini tiba tiba muncul inspirasi yang merang sang motivasi untuk menggali  informasi tentang kemana sosok tokoh patih kerajaan Majapahit itu raib? (Red /Samsudin)
Diberdayakan oleh Blogger.