LENSAPEWARTA.COM, TEGAL - Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Tegal Herujito – Sugono berkeinginan menjadikan kota Tegal sebagai kota Pelabuhan yang maju. Sebuah visi yang nampaknya tidak bisa dilepaskan dari telaah kesejarahan kota Tegal itu sendiri.

Disebut kota karena daerah tersebut merupakan hasil dari sebuah peradaban manusia. Didalamnya terdapat fase lahir, tumbuh dan bahkan mengalamai stagnasi yang berimbas pada kemunduran. Agar sebuah kota tetap mengalami kemajuan secara berkesinambungan, maka mempertahankan dan meningkatkan fase pertumbuhan menjadi generasi now. Mampukah Herujito – Sugono selaku generasi now merealisasikan visi itu?

Sebagaimana kita ketahui, Tegal sejak dahulu sudah terkenal dengan pelabuhannya yang strategis. Bahkan sebelum abad ke 11, pelabuhan Tegal telah menjadi pelabuhan utama kerajaan Hindu Mataram selain pelabuhan di Cirebon dan Jepara. Sedangkan menurut catatan Yono Daryono yang tertuang dalam buku Tegal Stad, Evolusi Sebuah Kota, menyebutkan bahwa Tegal menjadi pusat penyimpanan logistik pasukan Sultan Agung dalam rangka penyerangan terhadap Batavia sekitar tahun 1828 – 1829. Bahkan kapal-kapal pasukan Mataram melakukan pengintaian terhadap patrol kapal-kapal VOC dari pelabuhan Tegal sebelum melakukan penyerbuan ke Batavia.

Perkembangan pelabuhan di Kota Tegal mengalami pasang surut dan mengalami kelesuan pada tahun 1950-1960. Namun pada masa orde baru mampu bangkit kembali terutama saat perdagangan kayu Kalimantan masuk di pelabuhan Tegal.

Pada masa pemerintahan Ikmal Jaya, muncul wacana pelabuhan Kota Tegal akan dijadikan pelabuhan niaga dan itu sudah lama didengar oleh masyarakat dan tentunya mendapat respon positif dari semua pihak. Pasalnya, pelabuhan Tegal nyaris tinggal kenangan, akibat pasang surutnya kebijakan.

Tahun 2018 ini sebagai tahun politik karena tidak lama lagi akan digelar Pilwalkot Tegal. Dari lima paslon yang lolos, paslon Herujito – Sugono menawarkan lima program yang satu diantaranya berkeinginan mengangkat kembali kejayaan pelabuhan kota Tegal.

Herujito Calon Walikota Tegal asal kelurahan Slerok, Tegal Timur, Kota Tegal ini dalam berbagai kesempatan sosialisasinya selalu antusias sodorkan program memajukan pelabuhan Tegal. Akankah dua lelaki generasi now itu, Herujito (kelahiran 1973) dan Sugono (1968) mampu merealisasikan impiannya ketika publik betul-betul mempercayakan mereka menjadi Walikota dan Wakil Walikota Tegal?

Pastinya, paslon yang didukung dan diusung PDIP dengan nomer undi 5 ini perlu disadarkan bahwa program itu bukan hanya sebatas slogan atau jargon kampanye untuk meraih simpatik publik.

“ Semoga itu bukan cuma janji kampanye saja mas. Tapi seandainya jadi walikota kelak, mas Heru dan mas Gono harus betul-betul merealisasikan program itu untuk mengembalikan kejayaan pelabuhan Tegal,” Ujar Agung Setiawan warga kelurahan Kalimati, Tegal Timur, Kota Tegal yang selalu aktif mengikuti kegiatan sosialisasi paslon Herujito – Sugono  (Minggu,11/3). (RED/CN/Anis Yahya)
Diberdayakan oleh Blogger.