LENSAPEWARTA.COM, TEGALRAYA  -  Para pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Tegal, saat ini sedang berproses dalam dinamika berkampanye. Mereka saling mengunjungi masyarakat Kota Tegal untuk meyakinkan pilihannya. Para Paslon sekarang terlihat semakin mantap melakukan sosialisasi terutama ketika mereka sudah mendapatkan nomor urut dalam undian yang telah ditetapkan KPU. Meski demikian para Paslon harus tetap berpegangan pada komitmennya untuk selalu menjaga kondusifitas kota. Untuk mengingatkan kembali, para Paslon ada baiknya untuk mengingat pesan Ketua KPU Kota Tegal yang selalu disampaikan pada setiap kegiatan KPU Kota Tegal.

“Ikut berperan aktif dalam melakukan pengawasan itu positif. Apabila terdapat pelanggaran-pelanggaran baik yang dilakukan para kontestan maupun tim suksesnya, masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan main hakim sendiri. Sebab sudah ada lembaga pengawasan yang akan menindak lanjuti setiap laporan pelanggaran dari masyarakat seperti Panwas, sebaliknya, para calon kepala daerah juga sebaiknya dalam melakukan kegiatan berkompetisi menuju pilkada sebaiknya secara sehat, sehingga munculnya kondisi kota yang kondusif,” Demikian pesan Agus Wijanarko, SH kepada wartajateng.com pada suatu kesempatan kegiatan.

KPU Kota Tegal telah menetapkan Nomor Urut Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota dalam Rapat Pleno Terbuka Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Tegal Tahun 2018 (Selasa, 13/2). Kegiatan tersebut bertempat di Gedung Aula Kampus Poltrans Jl. Perintis Kemerdekaan. Rapat Pleno yang dimulai pukul 14.00 WIB tersebut dibuka oleh Ketua KPU Kota Tegal, Agus Wijonarko, SH.

Penentuan nomor urut itu sendiri dilakukan dengan sistem undian dengan dua tahapan. Tahap pertama, yaitu tahap pengambilan urutan pengundian nomor urut. Pada tahap ini Pasangan Calon (Paslon) mengambil salah satu bola plastik yang berisi kertas yang telah diberi nomor urut pengundian 1 (satu) s.d 5 (lima) dalam sebuah wadah transparan berisi butiran stereofoam. Tahap selanjutnya, sesuai urutan nomor yang didapat sebelumnya, Paslon mengambil salah satu tabung yang berisi nomor urut Pasangan Calon.

Hasil dari pengundian didapatkan nomor urut pasangan calon sebagai berikut :

1. Nursholeh – H. Wartono. Pasangan ini diusung oleh partai Golkar dan Hanura yang perolehan kursinya  Golkar 4 kursi dan Hanura 2 kursi. 2. Ghautsun – H. Muslih Dahlan, dr, Pasangan ini mendaftar lewat jalur independen, 3. Dedy Yon Supriyono – Muhamad Jumadi, Diusung lima partai, Demokrat 2 kursi, PKS 3 kursi, PAN 2 kursi, Gerindra 2 kursi, dan PPP 1 kursi. 4. Habib Ali Zaenal Abidin – Tanty Prasetyo Ningrum, Pasangan ini diusung PKB 5 kursi dan Nasdem 1 kursi. 5. Herujito – Sugono. Diusung oleh PDIP yang mempunyai 8 kursi di DPRD Kota Tegal.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Tegal Kota AKBP Jon Wesly Arianto,SIK juga berkesempatan menyerahkan Pengawalan Melekat bagi masing – masing Calon Walikota dan Wakil Walikota Tegal. Artinya, masing-masing calon mendapatkan 2 orang personil Polisi untuk memberikan pengawalan  dari sejak diserahkan hingga berakhirnya kegiatan Pilwalkot Tegal 2018.

Kelima pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Tegal memulai kampanye pada tanggal 18 Pebruari 2018 dan berakhir pada tanggal 23 Juni 2018. Mereka berkompetisai untuk memperebutkan suara masyarakat Kota Tegal pada hari pemungutan suara tanggal 27 Juni 2018. (Red/Cah/Anis Yahya / Sumber : KPU Kota Tegal)
Diberdayakan oleh Blogger.