Tanpa lelucon kutertawa sendiri, lihat dunia katanya sudah terbalik.

Aku tertawa yang harusnya menangis..
Aku menangis yang harusnya tersenyum..
Aku tersenyum yang harusnya terharu..

 Aku terharu yang harusnya marah..

Dan ..

Aku marah ketika semuanya tersenyum..
Tak harus begitu harusnya..

Kenapa idialisme kau gadaikan, perjuangan kau hianati, keindahan kau kotori, sejarah kau permainkan..
Pujangga bukan penjaja kata , seperti tukang kayu yang harap dibeli untuk kapak dan gergaji..

Hai penyair penyair muda apa kau kehilangan arah, atau akalmu telah terbelah..?
Kau hianati angin yang berhembus. Kau dustai Ombak yang bergulung..

kau nistakan bulan bintang yang tersenyum.
Karyamu napas alam, berbisik liwat angin yang berhembus..
Kekuatan katamu karunia Ilahi..bukan untuk jual beli.



Aryo Handoko (penulis Cerpen / puisi)
Diberdayakan oleh Blogger.