LENSAPEWARTA.COM, TEGAL - Aksi long march menggugat pembacaan puisi yang juga karya Sukmawati itu berkonsentrasi dari Masjid Agung dan berakhir di Polres Tegal Kota, (Jumat, 6/4).

Aksi yang dihadiri sekira ribuan pesrta, menghadirkan habaib, para ulama serta tokoh tokoh ormas Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama serta elemen - elemen Islam lainnya.

Long march itu dikawal aparat keamanan baik dari Kodim 0712/Tegal, Lanal Tegal serta Polres Tegal Kota. Usai para ulama berorasi, mereka bergerak melakukan long march dengan tertib tanpa menimbulkan kekacauan menuju polres Tegal Kota untuk menyampaikan aspirasi mereka.

“ Alkhamdulillah, kita sebagai pihak keamanan wilayah Tegal, tentunya mengharapkan situasi tetap aman dan tidak anarkis. Kita bersyukur masyarakat Kota Tegal mempunyai kesadaran yang baik untuk menjaga situasi agar tetap kondusif,” Ujar Dandim 0712/Tegal Letkol Inf. Kristiyanto, SE yang ikut terlibat dalam pemantauan lapangan Jumat, ( 6/4).

Menurut Dandim 0712/Tegal, pihak Kodim ikut menurunkan 40 personel untuk mendampingi Polres Tegal Kota dalam hal pengamanan di lapangan.

“ Sebaiknya dalam melakukan tindakan, seyognya dia lebih bijak. Pertimbangkan masyarakat Indonesia ini yang majemuk. Apalagi ini menjelang tahun tahun politik,” Pungkas Letkol Inf. Kristiyanto, SE.

Salah satu tokoh Islam Kota Tegal H. Nadirin sebelum berorasi menyampaikan pada wartajateng.com yang pada prinsipnya tidak akan membiarkan orang lain maupun orang Islam sekalipun melakukan penghinaan terhadap keyakinan orang beragama.

" Kita tidak akan membiarkan orang ngomong sembarangan. Meskipun yang ngomong itu orang Islam sekalipun, kita akan tetap menyikapi dengan tegas," Ujar H. Nadirin Maskha, Ketua Muhammadiyah Kota Tegal kepada tim wartaekspres.( Red))
Diberdayakan oleh Blogger.