LENSAPEWARTA.COM, TEGAL.-  Rapat Pimpinan Nasional Forum Komunikasi Putra Putri Dan Purnawirawan Baret Merah memasuki hari kedua (Sabtu, 7/4) berjalan cukup dinamis. Setidaknya pembahasan tentang penyempurnaan AD/ART ormas binaan Danjen Kopassus itu tidak menemui aral rintangan yang berarti.

Dalam Rapimnas yang berjalan hingga malam hari itu juga menegaskan posisi FKPPBM dalam hiruk pikuk tahun politik. Disebutkan bahwa FKPPBM merupakan ormas yang independen dan tidak boleh berpolitik. Tetapi ormas mempersilahkan secara individu berafiliasi politik.

" Rapimnas berjalan lancar hanya membahas tentang AD/ART... Serta posisi dalam pilkada," Ujar salah satu peserta Rapimnas H. Hendri Rivai, SE, SH, MH yang juga Ketua DPD FKPPBM Provinsi Kalimantan Barat.

" Kalau individu, itu adalah hak para anggota dengan catatan tidak membawa atribut Ormas," Tambahnya.

" Acara ini juga merupakan sekaligus ajang silahturahmi para pengurus maupun anggota FKPPBM seluruh Indonesia," Pungkas H. Hendri Rivai.

Berkaitan menjawab pertanyaan delegasi provinsi Jawa Tengah yang mempertanyakan legalitas DPD FKPPBM Provinsi Jawa Tengah, disebutkan bahwa pada prinsipnya sah. Hal itu juga dilanjutkan dengan penegasan apabila terdapat cabang yang tidak mau mengakui keberadaan DPD Provinsi Jawa Tengah dibawah kepemimpinan M. Prisetiawan Pusponegoro, perlu ditegaskan untuk tetap bergabung atau membentuk baru cabang cabang FKPPBM.

" Kalau. Ada kepengurusan yang lama masih mau bergabung masih diterima dengan mendapatkan sk kepengurusan yang baru," Demikian menurut sebuah sumber yang terlibat dalam proses Rapimnas FKPPBM yang disampaikan pada wartajateng.com, Sabtu, (7/4). (AY/CN)
Diberdayakan oleh Blogger.