Lensapewarta.com (Inspirasi) Pelukis asli Kota Tegal,  Jawa Tengah, Rofi'i Dimayati (65) saat ditemui wartawan Damar Post di padepokannya,  yang berlokasi  di depan Gedung Kesenian Kota Tegal Jalan DR Setiabudi, Kelurahan Panggung, Selasa siang (1/5) nampak dia masih duduk bersila sambil menatap tajam tajam foto sosok wajah seorang perempuan yang cantik ru pawan,  yang tak lain adalah Damayanti Wisnuputranti yang nampak masih tertempel di samping kan vas lukisan wajah Damayanti yang hampir selesai.

Nampak sesekali tangan Rofi'i mengusap-usap kuas yang masih ada pada genggaman salah satu tangannya. Begitu pula raut wajah Rofi'i seakan sedang mengikuti irama imajenasinya bagaimana wajah yang ayu rupawan itu bisa ditorehkan secara cer mat pada kanvas yang sedang dilu kisanya.

Namun ketika mendengar ucapan tamunya : assalamualaikum, Rofi'i nampak kaget namun sepontan membalas ucapan salam tamu nya yang sudah berada di pintu kedai :  wa alaikumussalam. Begitulah suadara ketika mencoba bertandang masuk ke ruangan kedai pelukis berbakat, Rofi'i Dimyati yang hanya berukuran kurang lebih  2,5 meter itu.

Lalu  Rofi'i Dimyati saling bertegur sapa kare na lama tak saling bertemu,  walau pun dulu sama sama merupakan satu wadah dalam kegiatan Study Group Sastra Tegal, ( SGST).

Sedikit tahu,  sebelum terjun seba gai pelukis, Rofi'i Dimyati memang lama aktif  dalam kancah kepenya iran. Maka sosoknya dulu ia lebih dikenal sebagai penyair dibanding sebagai pelukis.

Baru antara tahun 2000 keatas mulai mengalihkan kreatifitasnya dalam dunia lukis hingga sekarang.  Walaupun pekerjaan sehari harinya waktu itu sebagai tukang las di sebuah bengkel.

Bakat seninya yang begitu kuat menggo res hingga mampu mengubah jalan hidupnya sebagai pekukis sampai sekarang. "Mungkin inilah yang namanya kehendak Tuhan, dan aku percaya penuh padaNya,  maka segala sesuatunya aku minta kepa daNya,  dan alhamdulillah apa yang aku pinta terkabul,  dari mulai lama tidak dikaruniai keturunan sampai berhasil, dari dulu tidak punya rumah pun berhasil memiliki,  maka akupun berusaha sering bangun malam sembahyang untuk minta sesuatu yang aku butuhkan,  aku hanya bisa berharap semoga terka bul,  entah darimana jalannya yan tidak aku sangka sangka," ujarnya karena dari hasil karyanya itu Rofi'i dapat menyambung perjalanan hidupnya. ( Samsudin)
Diberdayakan oleh Blogger.